Media dan Materi pelajaran IPS SMP berdasarkan KTSP 2006, Kurikulum 2013, Kurikulum Merdeka, dan beberapa peninggalan hasil kebudayaan Bangsa Indonesia (Penyusun : Amir Alamsyah, S.Pd.)
M. IPS Kelas 7, 8, 9 KM
MATERI IPS KELAS 7, 8, 9
KURIKULUM MERDEKA
Semester 1
Tema 1. Kehidupan Sosial dan Kondisi Lingkungan Sekitar
A. Mengenal Lokasi Tempat Tinggal
D. Potensi Bencana Alam di Indonesia
Tema 2. Keberagaman Lingkungan Sekitar
A. Berkenalan dengan Lingkungan Sekitar
B. Pembiasaan Diri untuk Melestarikan Lingkungan
C. Pembiasaan Diri dalam Kebutuhan
Semester 2
Tema 3. Potensi Ekonomi Lingkungan
A. Pemanfaatan dan Pelestarian Potensi Sumber Daya Alam
B. Potensi Indonesia Menjadi Negara Maju
D. Ekonomi di Lingkungan Sekitar
E. Status Sosial dan Peran Sosial
Tema 4. Pemberdayaan Masyarakat
A. Keragaman Sosial Budaya di Masyarakat
B. Sejarah Lokal dan Permasalahan Kehidupan Sosial Budaya
D. Peranan Komunitas dalam Kehidupan Masyarakat
Semester 1
Tema 1. Kondisi Geografis dan Pelestarian Sumber Daya Alam
B. Pemanfaatan Sumber Daya Alam
D. Peran Lembaga Sosial dalam Pemanfaatan SDA dan SDM
E. Kondisi Geografis dan Interaksi dengan Bangsa Asing
Tema 2. Kemajemukan Masyarakat Indonesia
A. Keragaman Aktivitas Ekonomi Masyarakat
B. Dinamika Penduduk dan Mobilitas Sosial
C. Interaksi Budaya pada Masa Kerajaan Islam
Semester 2
Tema 3. Nasionalisme dan Jati Diri Bangsa
A. Penjelajahan Samudra, Kolonialisme, dan Imperialisme di Indonesia
B. Pergerakan Kebangsaan Menuju Kemerdekaan
D. Konflik Sosial dan Integrasi Sosial
Tema 4. Pembangunan Perekonomian Indonesia
A. Kondisi Perekonomian Indonesia Masa Kemerdekaan Hingga Reformasi
B. Perdagangan dan Kerjasama Ekonomi Internasional
C. Dinamika Penduduk di Indonesia
Semester 1
Tema 1. Manusia dan Perubahan
B. Perubahan Sosial Masyarakat Indonesia di Era Modernisasi
Tema 2. Perkembangan Ekonomi Digital
B. Interaksi Masyarakat Abad ke-21
C. Perkembangan Transaksi Ekonomi di Era Digital
Semester 2
Tema 3. Tantangan Pembangunan Indonesia
A. Pembangunan di Indonesia dari Masa ke Masa
B. Tolok Ukur Kemajuan Pembangunan
C. Potensi dan Tantangan Indonesia Menjadi Negara Maju
Tema 4. Kerja Sama Dunia
A. Keragaman Lingkungan Alam dan Masyarakat Dunia
B. Perkembangan Kerja Sama Dunia
C. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals)
IPS 8 BSE 2024 & IPS 9 BSE 2025
Semester 1
Bab 1. Kondisi Geografis dan Masyarakat Indonesia
A. Kondisi
Geografis
Indonesia Memengaruhi Keragaman Sumber Daya Alam
B. Kondisi
Geografis
Indonesia Memengaruhi Keragaman Sosial Budaya
C. Meningkatkan
Kualitas Sumber Daya Manusia
D. Pengaruh
Perbedaan Kondisi Wilayah dan Konektivitas Antarruang
E. Pengaruh
Kondisi Geografis Indonesia terhadap Harga Barang
A. Aktivitas
Manusia Beradaptasi terhadap Dampak Perubahan Iklim
B. Aktivitas
Manusia pada Lembaga Keuangan
C. Aktivitas
Manusia Menyesuaikan dengan Nilai dan Norma Sosial
D. Aktivitas
Manusia Menelusuri Sejarah Wilayahnya melalui Toponimi
Semester 2
A. Upaya
Melakukan Mitigasi Bencana untuk Keberlanjutan
B. Peran
Lembaga Keuangan dalam Kehidupan Masyarakat
C. Lembaga
Sosial dalam Kehidupan Masyarakat
D. Proses
Keberlanjutan dalam Kehidupan Masyarakat
A.
Aktivitas Perdagangan Antarwilayah
B. Korelasi Konsep Sejarah Berkelanjutan dengan Peristiwa Masa Kini terkait Perdagangan Antarwilayah
C. Potensi Ekonomi Maritim, Kelautan, dan Agrikultur untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
C. Masyarakat Majemuk untuk Mewujudkan Integrasi Bangsa dengan PrinsipKebhinekaan
A.
Mitigasi Bencana untuk Menunjang Sustainable
Developments Goals (SDGs)
B. Perubahan Sosial Budaya dalam Masyarakat
Bab 3. Perdagangan Era Digital dan Peristiwa Sejarah
A. Peran Masyarakat dan Negara dalamPerdagangan di Era Digital
B. Mengolah Informasi Peristiwa atauKejadian Penting dalam Lingkup Lokal, Nasional, dan Global
------- selamat belajar -------
IPS 9 Bab 2B
IPS 9 Bab 2B
Perubahan Sosial Budaya dalam
Masyarakat
Perubahan
sosial budaya merupakan bagian tak terpisahkan dari dinamika kehidupan
masyarakat. Seiring perkembangan zaman, pola pikir, nilai, sikap, dan perilaku
manusia terus mengalami penyesuaian.
A.
Pengertian Perubahan Sosial Budaya
Perubahan
sosial budaya mencakup dua dimensi yang saling berkaitan, yaitu perubahan pada struktur
sosial (hubungan antarmanusia, lembaga, dan norma) serta perubahan pada kebudayaan
(gagasan, nilai, artefak, dan artefak teknologi).
|
No. |
Tokoh
/ Istilah |
Keterangan
Pengertian |
Contoh
Fenomena |
|
1. |
Selo Soemardjan |
Perubahan
pada lembaga-lembaga kemasyarakatan yang mempengaruhi sistem sosialnya,
termasuk nilai, sikap, dan pola perilaku antar-kelompok. |
Peralihan
sistem pemilihan kepala desa dari musyawarah adat menjadi pemungutan suara
secara digital (e-voting). |
|
2. |
S Kingsley Davis |
Perubahan
yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. |
Perubahan
peran wanita yang dahulu sebatas di ranah domestik (rumah tangga), kini
banyak yang memegang posisi kepemimpinan profesional. |
|
3. |
Socio-Cultural Change |
Integrasi
antara perubahan sosial (relasi antarmanusia) dan perubahan budaya (hasil
cipta, rasa, dan karsa manusia) yang terjadi secara simultan. |
Munculnya
tradisi belanja daring (e-commerce) yang mengubah kebiasaan interaksi
tatap muka penjual-pembeli menjadi transaksi digital. |
B. Macam/Bentuk Perubahan Sosial Budaya
Bentuk
dan Jenis Perubahan Sosial Budaya berdasarkan empat kategori utama (waktu, pengaruh,
perencanaan, dan arah perkembangannya)
1.
Perubahan Sosial Budaya Berdasarkan Waktu
Berdasarkan
cepat atau lambatnya proses yang terjadi, perubahan sosial budaya dibedakan
menjadi dua jenis utama.
|
No. |
Jenis
Perubahan |
Keterangan |
Contoh |
|
1. |
Evolusi |
Perubahan
sosial yang terjadi secara lambat, bertahap, dan memerlukan waktu yang lama
tanpa ada rencana atau kehendak tertentu dari masyarakat. |
Perkembangan
sistem mata pencaharian manusia dari masa berburu dan meramu, bercocok tanam,
hingga memasuki era industri. |
|
2. |
Revolusi |
Perubahan
sosial budaya yang terjadi secara cepat dan menyangkut dasar-dasar atau
sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat. |
Revolusi
Industri yang mengubah sistem produksi barang dari tenaga manusia/hewan
menjadi sistem mesin pabrik secara massal. |
2.
Perubahan Sosial Budaya Berdasarkan
Pengaruh
Berdasarkan
cakupan dan dampaknya terhadap struktur serta tatanan sosial masyarakat.
|
No. |
Jenis
Perubahan |
Keterangan |
Contoh |
|
1. |
Pengaruh
Besar |
Perubahan
yang membawa dampak luas, mendasar, dan merestrukturisasi sistem sosial,
lembaga, serta pola kerja masyarakat secara umum. |
Proses
industrialisasi dan digitalisasi ekonomi yang mengubah struktur masyarakat
agraris menjadi masyarakat berbasis industri dan jasa. |
|
2. |
Pengaruh
Kecil |
Perubahan
yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh
langsung atau berarti bagi masyarakat secara luas. |
Perubahan
gaya rambut, tren pakaian (fashion), atau penggunaan bahasa gaul (slang)
di kalangan remaja. |
3.
Perubahan Sosial Budaya Berdasarkan
Perencanaan
Berdasarkan
ada atau tidaknya persiapan dan kehendak dari pihak yang menginginkan perubahan
(agent of change).
|
No. |
Jenis
Perubahan |
Keterangan |
Contoh |
|
1. |
Direncanakan
(Intended Change) |
Perubahan
yang diperkirakan atau telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak
yang menginginkan perubahan (agent of change). |
Program
pembangunan infrastruktur jalan tol, digitalisasi sekolah, serta penerapan
kurikulum baru dalam sistem pendidikan nasional. |
|
2. |
Tidak
Direncanakan (Unintended Change) |
Perubahan
yang terjadi di luar jangkauan pengawasan dan perkiraan masyarakat, serta
sering kali menimbulkan dampak yang tidak diharapkan. |
Alih
fungsi lahan pertanian menjadi kawasan pemukiman yang menyebabkan berkurangnya
daerah resapan air dan memicu banjir lokal. |
4.
Perubahan Sosial Budaya Berdasarkan Arah
Perkembangannya
Berdasarkan
kearah mana perubahan tersebut membawa dampak bagi kehidupan masyarakat
(kemajuan atau kemunduran).
|
No. |
Jenis
Perubahan |
Keterangan |
Contoh |
|
1. |
Progress (Kemajuan) |
Perubahan
sosial yang membawa dampak positif, menguntungkan, dan memberikan kemudahan
bagi kehidupan masyarakat. |
Penemuan
dan pemanfaatan internet untuk mempermudah akses informasi, edukasi, dan
transaksi ekonomi secara efisien. |
|
2. |
Regress (Kemunduran) |
Perubahan
sosial yang membawa dampak negatif, merugikan, atau menimbulkan kemunduran
nilai dan norma dalam masyarakat. |
Penyalahgunaan
media sosial yang memicu maraknya penyebaran berita bohong (hoax), perundungan
siber (cyberbullying), dan dekadensi moral. |
C.
Faktor Penyebab Perubahan Sosial Budaya
Perubahan
sosial budaya dipicu oleh dua kelompok faktor utama, yaitu faktor internal
(dari dalam masyarakat) dan faktor eksternal (dari luar masyarakat).
|
Asal
Faktor |
Faktor
Penyebab |
Keterangan |
Contoh |
|
Internal |
Dinamika
Penduduk |
Pertambahan
atau pengurangan jumlah penduduk yang mengubah struktur demografi. |
Urbanisasi
pesat yang memicu pemukiman padat serta pengalihan fungsi lahan pertanian di
pedesaan. |
|
Penemuan
Baru (Inovasi) |
Terciptanya
teknologi atau gagasan baru yang mempermudah aktivitas manusia. |
Penemuan
smartphone yang mengubah cara berkomunikasi, mengakses informasi,
hingga bertransaksi. |
|
|
Konflik
Sosial |
Pertentangan
antar-kelompok dalam masyarakat yang memaksa lahirnya aturan atau tatanan
baru. |
Perbedaan
pendapat antar-generasi dalam tata kelola organisasi desa yang melahirkan
pengurusan campuran muda-mudi. |
|
|
Pemberontakan
/ Revolusi |
Gerakan
perubahan besar yang meruntuhkan tatanan lama secara mendasar. |
Jatuhnya
rezim Orde Baru tahun 1998 yang membuka era Reformasi dan keterbukaan
demokrasi di Indonesia. |
|
|
Eksternal |
Perubahan
Lingkungan Alam |
Bencana
alam atau kerusakan lingkungan yang memaksa manusia beradaptasi dengan
kondisi baru. |
Bencana
banjir rob yang membuat warga pesisir mengubah arsitektur rumah menjadi rumah
panggung. |
|
Peperangan |
Kontak
fisik antar-negara yang biasanya memaksa pihak yang kalah mengikuti aturan
pihak yang menang. |
Pendudukan
Jepang di Indonesia yang sempat mengubah tata sistem pemerintahan dan
pendidikan secara drastis. |
|
|
Kontak
Budaya Lain |
Akulturasi
atau asimilasi akibat masuknya pengaruh kebudayaan dari luar secara damai. |
Masuknya
musik K-Pop yang mempengaruhi selera seni, pakaian, dan konsumsi produk pada
generasi muda. |
D. Faktor-Faktor Pendorong Perubahan Sosial Budaya
Perubahan
sosial budaya terjadi karena adanya dorongan, baik dari dalam masyarakat itu
sendiri (faktor internal) maupun dari luar masyarakat (faktor
eksternal). Faktor pendorong ini memicu lahirnya pemikiran, norma,
teknologi, serta pola perilaku baru dalam kehidupan bermasyarakat.
1.
Faktor Pendorong Internal (Dari Dalam
Masyarakat)
Faktor
internal merupakan pemicu perubahan yang bersumber dari dinamika perkembangan
di dalam kelompok masyarakat itu sendiri.
|
No. |
Faktor
Pendorong |
Keterangan |
Contoh
Aksi / Fenomena |
|
1) |
Dinamika
/ Perubahan Penduduk |
Pertambahan
atau pengurangan jumlah serta komposisi penduduk mempengaruhi struktur dan
kebutuhan masyarakat. |
Urbanisasi
warga desa ke kota yang mengubah lahan pemukiman, mata pencaharian, serta
pola interaksi sosial. |
|
2) |
Penemuan
Baru (Inovasi) |
Terciptanya
teknologi, gagasan, atau alat baru yang mempermudah dan mengefisiensikan
aktivitas manusia. |
Penemuan
smartphone dan aplikasi mesin pencari yang mengubah cara belajar,
berkomunikasi, dan bertransaksi. |
|
3) |
Konflik
Sosial |
Pertentangan
antarindividu atau antarkelompok yang mendorong terciptanya aturan, kompromi,
atau struktur baru. |
Perbedaan
pendapat antar-generasi mengenai tata kelola organisasi desa yang melahirkan
pengurusan campuran muda-mudi. |
|
4) |
Pemberontakan
/ Revolusi |
Gerakan
perubahan besar yang meruntuhkan tatanan lama secara mendasar dan
menggantinya dengan sistem baru. |
Peristiwa
Reformasi 1998 yang mengubah tatanan politik otoriter menjadi sistem
demokrasi terbuka di Indonesia. |
2.
Faktor Pendorong Eksternal (Dari Luar
Masyarakat)
Faktor
eksternal merupakan pendorong perubahan yang timbul akibat pengaruh lingkungan
fisik atau interaksi dengan kelompok masyarakat luar.
|
No. |
Faktor
Pendorong |
Keterangan |
Contoh
Aksi / Fenomena |
|
1) |
Perubahan
Lingkungan Alam |
Bencana
alam atau perubahan iklim yang memaksa masyarakat menyesuaikan pola hidup
demi bertahan hidup. |
Bencana
banjir rob yang memaksa warga pesisir mengubah arsitektur rumah menjadi
panggung dan beralih profesi. |
|
2) |
Peperangan
/ Pendudukan |
Kontak
fisik atau pengaruh politik dari negara lain yang memaksakan aturan dan
sistem baru. |
Pendudukan
Jepang yang sempat mengubah struktur sistem pemerintahan lokal dan kurikulum
sekolah di Indonesia. |
|
3) |
Pengaruh
Kebudayaan Masyarakat Lain |
Kontak
sosial antar-budaya melalui difusi, akulturasi, atau asimilasi secara damai. |
Popularitas
budaya pop (K-Pop/kuliner luar) yang mempengaruhi tren busana, selera musik,
dan konsumsi generasi muda. |
3.
Faktor Pendorong Berbasis Sikap &
Sistem Sosial
Faktor
pendorong ini berkaitan erat dengan pandangan hidup warga, tingkat pendidikan,
dan keterbukaan struktur sosial di masyarakat.
|
No. |
Faktor
Pendorong |
Keterangan |
Contoh
Aksi / Fenomena |
|
1) |
Sistem
Pendidikan yang Maju |
Pendidikan
mengajarkan pola pikir rasional, kritis, ilmiah, serta keterbukaan terhadap
pembaharuan. |
Penggunaan
buku sekolah elektronik (BSE) dan metode pembelajaran digital (e-learning)
untuk meningkatkan literasi. |
|
2) |
Sistem
Masyarakat yang Terbuka (Open Stratification) |
Struktur
sosial yang memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk naik kelas
berdasarkan prestasi. |
Anak
keluarga kurang mampu yang dapat mencapai posisi kepemimpinan atau
profesional tinggi melalui jalur beasiswa. |
|
3) |
Sikap
Menghargai Karya Orang Lain |
Apresiasi
terhadap penemuan atau karya inovatif mendorong dorongan untuk terus
berkreasi. |
Pemberian
hak paten dan penghargaan bagi peneliti muda yang berhasil menciptakan
inovasi teknologi pertanian. |
|
4) |
Orientasi
ke Masa Depan |
Pandangan
bahwa kehidupan esok harus lebih baik daripada hari ini mendorong penyesuaian
diri. |
Kesadaran
masyarakat menabung dan menerapkan pola hidup berkelanjutan (zero waste)
demi kelestarian alam anak cucu. |
E.
Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya
Tidak
semua masyarakat menerima perubahan dengan cepat; terdapat kondisi-kondisi
sosial tertentu yang menghambat arus perubahan.
|
No. |
Faktor
Penghambat |
Keterangan |
Contoh |
|
1. |
Keterisolasian
Wilayah |
Kondisi
geografis yang sulit dijangkau menyebabkan masyarakat tidak mengetahui
perkembangan peradaban luar. |
Suku-suku
pedalaman di kawasan terisolasi yang belum terjangkau jaringan komunikasi dan
akses jalan darat. |
|
2. |
Perkembangan
Ilmu Pengetahuan Terhambat |
Rendahnya
tingkat pendidikan dan literasi membuat daya kritis serta inovasi masyarakat
kurang berkembang. |
Tingginya
angka putus sekolah di suatu daerah yang membuat metode pertanian setempat
tetap menggunakan cara konvensional. |
|
3. |
Sikap
Tradisional yang Mengagungkan Masa Lalu |
Anggapan
bahwa tradisi lama tidak boleh diubah sedikit pun karena bernilai sakral atau
mutlak benar. |
Penolakan
penggunaan mesin traktor modern oleh masyarakat adat karena teguh memegang prinsip
pengolahan tanah secara manual. |
|
4. |
Prasangka
terhadap Hal Baru (Vested Interest) |
Adanya
rasa khawatir bahwa unsur baru dapat merusak nilai-nilai luhur atau
mengganggu kepentingan kelompok tertentu. |
Rasa
takut bahwa penggunaan media sosial di kalangan remaja desa akan merusak tata
krama dan adat istiadat setempat. |
F. Dampak Positif Perubahan Sosial Budaya
Perubahan
sosial budaya yang mengarah pada kemajuan (progress) memberikan berbagai
dampak positif bagi efisiensi, integrasi, dan kualitas hidup masyarakat.
|
No. |
Dampak
Positif |
Keterangan |
Contoh |
|
1. |
Modernisasi
& Efisiensi Kerja |
Penggunaan
teknologi modern mempercepat proses produksi dan mempermudah pemenuhan
kebutuhan hidup. |
Penggunaan
mesin traktor dan combine harvester yang memangkas waktu panen padi
dari hitungan hari menjadi hitungan jam. |
|
2. |
Peningkatan
Integrasi Sosial |
Terbentuknya
norma, nilai, atau kesepakatan baru yang menyatukan keberagaman masyarakat di
era modern. |
Penggunaan
bahasa Indonesia dan media digital sebagai sarana komunikasi inklusif
antar-suku bangsa di seluruh Nusantara. |
|
3. |
Terciptanya
Lapangan Kerja Baru |
Munculnya
jenis pekerjaan baru berbasis teknologi dan kebutuhan era digital. |
Perkembangan
profesi seperti data analyst, content creator, pengembang
aplikasi, hingga penyedia jasa transportasi daring. |
|
4. |
Terbukanya
Mobilitas Sosial |
Sistem
masyarakat yang semakin terbuka memberikan kesempatan sama bagi setiap orang
untuk naik kelas sosial berdasarkan prestasi. |
Anak dari
keluarga petani di desa yang berhasil menempuh pendidikan tinggi hingga
menjadi profesional atau wirausahawan sukses. |
|
5. |
Peningkatan
Kualitas Hidup & Edukasi |
Kemudahan
akses informasi melatih pola pikir masyarakat menjadi lebih rasional, kritis,
dan berwawasan luas. |
Pemanfaatan
platform pembelajaran digital (e-learning) dan buku sekolah elektronik
(BSE) untuk pemerataan mutu pendidikan. |
Perubahan
yang berlangsung terlalu cepat atau tidak diimbangi dengan kesiapan mental dan
nilai budaya lokal dapat menimbulkan berbagai masalah sosial.
|
No. |
Dampak
Negatif |
Keterangan |
Contoh |
|
1. |
Disorganisasi
Social / Anomie |
Memudarnya
nilai dan norma lama di masyarakat sebelum norma baru yang kokoh terbentuk,
sehingga memicu kebingungan aturan. |
Pemanfaatan
media sosial tanpa etika yang memicu maraknya ujaran kebencian, perundungan
siber, dan penyebaran berita bohong. |
|
2. |
Kesenjangan
Sosial-Ekonomi |
Ketimpangan
antara kelompok masyarakat yang siap mengikuti arus perubahan dengan kelompok
yang tertinggal. |
Ketimpangan
akses internet broadband dan sarana digital antara wilayah perkotaan besar
dengan daerah pedalaman/3T. |
|
3. |
Konsumerisme
& Hedonisme |
Perubahan
gaya hidup yang mengutamakan konsumsi barang-barang mewah demi status sosial
ketimbang kebutuhan pokok. |
Kebiasaan
membeli barang elektronik terbaru secara konsumtif hanya untuk mengikuti tren
di media sosial. |
|
4. |
Westernisasi
& Degradasi Moral |
Peniruan
budaya Barat secara mentah-mentah tanpa memfilter nilai-nilai yang
bertentangan dengan kepribadian bangsa. |
Memudarnya
sikap sopan santun, gotong royong, dan rasa hormat generasi muda terhadap
orang tua akibat terpengaruh budaya individualis. |
|
5. |
Pencemaran
& Kerusakan Lingkungan |
Eksploitasi
sumber daya alam secara berlebihan akibat dorongan industrialisasi dan gaya
hidup serba instan. |
Penumpukan
sampah plastik sekali pakai serta pencemaran sungai akibat limbah industri
yang dibuang tanpa pengolahan. |
Untuk
menekan resiko dari perubahan sosial budaya, diperlukan strategi filterisasi,
penguatan kearifan lokal, dan regulasi yang tegas.
|
No. |
Fokus
Upaya |
Keterangan |
Contoh
Aksi Nyata |
|
1. |
Menguatkan
Karakter & Ideologi Bangsa |
Menjadikan
nilai-nilai Pancasila, keagamaan, dan budaya luhur sebagai benteng pertahanan
moral di era globalisasi. |
Penerapan
Profil Pelajar Pancasila di sekolah untuk menanamkan integritas, gotong
royong, dan kebhinekaan global. |
|
2. |
Melestarikan
Kearifan Lokal |
Mengintegrasikan
budaya dan tradisi lokal ke dalam kehidupan sehari-hari agar tidak tergerus
arus modernisasi. |
Mengadakan
festival seni daerah rutin, menggalakkan penggunaan batik, dan menggunakan
bahasa daerah dalam percakapan keluarga. |
|
3. |
Meningkatkan
Literasi Digital |
Mengedukasi
masyarakat agar bijak, kritis, dan beretika dalam memanfaatkan media sosial
dan teknologi internet. |
Mengikuti
pelatihan etika berinternet (cyber ethics) serta menyaring informasi (saring
sebelum sharing) untuk mencegah penipuan dan hoax. |
|
4. |
Penerapan
Pembangunan Berkelanjutan |
Mengimbangi
kemajuan industri dengan upaya konservasi alam demi menjaga daya dukung
lingkungan. |
Menggalakkan
program galang pemilahan sampah, gerakan menanam pohon, serta penggunaan
kantong belanja ramah lingkungan. |





