IPS 7 Tema 3C

 

IPS 7 Tema 3C. Toponimi

(Penyusun : Amir Alamsyah, S.Pd._SMP Negeri 1 Bandungan)

A.  Pengertian & Fungsi Toponimi

Kategori

Penjelasan

Contoh

Pengertian Toponimi

Toponimi adalah ilmu yang mempelajari asal-usul, arti, dan sejarah nama-nama tempat. Nama tempat atau toponim, bisa berupa nama geografis alami (gunung, sungai) atau buatan manusia (kota, jalan).

Nama kota "Yogyakarta" berasal dari kata "Ayodya" (kerajaan dalam epos Ramayana) dan "Karta" (makmur), mencerminkan harapan kemakmuran kota.

Fungsi Toponimi

1.   Identifikasi & Navigasi: Memberi identitas dan membantu orang menemukan lokasi.

 

2.   Historis: Merekam sejarah suatu tempat.

 

 

3.   Linguistik: Menunjukkan evolusi bahasa.

 

 

 

4.   Sosiokultural: Mencerminkan nilai dan budaya masyarakat.

1.    Memudahkan kita mencari alamat "Jalan Sudirman."


 

2.    Nama "Jalan Pangeran Diponegoro" mengabadikan nama pahlawan.

 

3.    Nama "Candi Prambanan" berasal dari kata "Para Hyang," merujuk pada dewa-dewi.

 

4.    Nama "Desa Sukamaju" (suka maju) mencerminkan optimisme penduduknya.

 

B.  Cara Mencari Sumber Informasi Toponimi

Jenis Sumber Informasi

Penjelasan

Contoh

Sumber Tertulis (Buku, Artikel, Jurnal)

Mencari literatur yang secara khusus membahas sejarah suatu wilayah, etimologi, atau nama-nama tempat. Dokumen sejarah, arsip, dan laporan penelitian akademis seringkali menyimpan informasi toponimi yang akurat.

Buku "Nama-nama Tanah Jawa" oleh W.F. Stutterheim atau artikel jurnal tentang asal-usul nama "Tanah Lot" di Bali.

Peta Kuno atau Klasik

Peta-peta yang dibuat pada masa lalu seringkali mencatat nama-nama tempat yang mungkin telah berubah atau hilang seiring waktu. Peta-peta ini dapat membantu merekonstruksi sejarah tata ruang suatu wilayah.

Peta Batavia (Jakarta) dari abad ke-17 yang mencatat nama-nama jalan dan kampung yang kini tidak lagi digunakan, seperti "Kali Besar".

Wawancara dengan Narasumber

Menggali informasi dari penduduk asli, tokoh masyarakat, atau sesepuh yang memiliki pengetahuan lisan tentang sejarah dan asal-usul nama tempat di daerah mereka.

Wawancara dengan sesepuh Desa Suroloyo untuk mengetahui asal-usul nama bukit tersebut, yang ternyata berkaitan dengan kepercayaan masyarakat setempat.

Penandaan yang Mencolok

Mengamati peninggalan fisik atau penandaan di suatu lokasi yang dapat memberikan petunjuk tentang asal-usul namanya. Ini bisa berupa prasasti, monumen, atau penamaan jalan.

Penemuan prasasti di suatu situs kuno yang mencatat nama kerajaan atau nama desa yang kini menjadi nama tempat baru.

Penelusuran Internet

Menggunakan mesin pencari, situs web arsip digital, dan forum daring untuk mencari data dan informasi toponimi yang telah didokumentasikan. Wikipedia, Google Earth, dan berbagai situs sejarah seringkali menjadi sumber awal yang baik.

Menelusuri artikel di Wikipedia tentang asal-usul nama "Tangerang" atau melihat foto-foto lama dari suatu daerah melalui arsip digital yang diunggah secara daring.

 

C. Contoh Toponimi di Kabupaten Semarang

Berikut 100 toponimi (asal-usul nama tempat) di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yang dibagi dalam 4 kategori: Profesi/Pekerjaan, Flora/Tumbuhan, Peristiwa/Sejarah, dan Tradisi/Budaya.

1. Toponimi Berdasarkan Profesi / Pekerjaan / Kelompok Sosial

Tabel ini memuat nama desa atau wilayah di Kabupaten Semarang yang penamaannya merujuk pada profesi masyarakatnya masa lampau, pusat pengrajin, atau tempat mukim kelompok sosial tertentu.

No.

Nama Tempat

Asal-usul Nama

Alamat / Kecamatan

Keterangan

1)

Pandean

Tempat para Pande Wesi

Kecamatan Ngablak / Bawen

Pemukiman yang dahulu menjadi pusat para pengrajin besi (pembuat alat pertanian dan senjata).

2)

Kajoran

Tempat abdi dalem pencari sayur (Jor)

Kecamatan Ambarawa

Wilayah yang menyuplai sayur-mayur untuk kebutuhan logistik benteng atau bangsawan.

3)

Kemasan

Tempat pengrajin emas (Kemas)

Kecamatan Klepu / Karangjati

Kampung pemukiman para pengrajin perhiasan emas dan perak pada era kolonial-mataram.

4)

Jatijajar

Penjaga hutan jati (Jajar)

Kecamatan Bergas

Pemukiman para pekerja kehutanan yang bertugas menata dan menjaga kelestarian pohon jati milik jawatan.

5)

Jagalan

Tempat para Jagal (Penyembelih)

Kecamatan Ambarawa

Kawasan tempat tinggal para penjagal hewan ternak sapi/kerbau untuk konsumsi pasar lokal.

6)

Sayangan

Tempat pengrajin tembaga (Sayang)

Tuntang / Ambarawa

Pemukiman pengrajin alat rumah tangga tradisional yang terbuat dari bahan tembaga atau kuningan.

7)

Kauman

Tempat tinggal kaum ulama/santri

Kecamatan Ambarawa / Ungaran

Kampung di sekitar masjid agung yang dikhususkan bagi pemuka agama dan penegak hukum Islam.

8)

Ketanggungan

Pasukan pemikul senjata (Ketanggung)

Kecamatan Susukan

Wilayah tempat bermukim atau singgahnya sisa pasukan pembawa senjata berat era kerajaan.

9)

Dagen

Tempat tukang kayu (Undagi)

Kecamatan Tengaran

Kampung yang mayoritas warganya bekerja sebagai pemotong kayu dan pembuat rangka rumah kayu.

10)

Jejeran

Tempat blantik kuda (Jaran)

Kecamatan Bawen

Lokasi yang dulunya menjadi tempat berkumpulnya para pedagang dan perawat kuda tunggang.

11)

Kintelan

Pencari katak rawa (Kintel)

Kecamatan Ambarawa (dekat Rawa Pening)

Pemukiman nelayan darat yang bertugas mencari katak rawa untuk pakan satwa atau konsumsi.

12)

Pekunden

Tempat pembuat periuk/kendi

Kecamatan Banyubiru

Kampung sentra pengrajin gerabah tanah liat, khususnya wadah air tradisional (kendi).

13)

Suryomataraman

Pengikut Pangeran Mataram

Kecamatan Sumowono

Pemukiman yang dibuka oleh prajurit pelarian atau keturunan bangsawan dari Kesultanan Mataram.

14)

Mrican

Pedagang atau petani merica

Kecamatan Tuntang

Wilayah gudang penyimpanan atau perkebunan lada (merica) pada masa tanam paksa.

15)

Blondo

Pembuat minyak kelapa (Blondo)

Kecamatan Bawen

Kampung tempat warga memproduksi minyak kelapa, di mana limbah padatnya disebut blondo.

16)

Kalisari

Penambang pasir/batu sungai

Kecamatan Ungaran Barat

Daerah bantaran sungai yang warganya memiliki profesi utama mengambil batu kali berkualitas.

17)

Sraten

Tempat perawat gajah (Sシングル/Srat)

Kecamatan Tuntang

Daerah penangkaran atau tempat tinggal para pawang gajah milik kerajaan/militer kuno.

18)

Gedangan

Buruh perkebunan pisang

Kecamatan Tuntang

Kawasan hunian para pekerja yang menggarap lahan perkebunan buah untuk pasar lokal.

19)

Pecinan

Pemukiman warga Tionghoa (Pedagang)

Kecamatan Ambarawa

Pusat niaga kuno tempat berkumpulnya para saudagar keturunan Tionghoa di dekat pasar.

20)

Kupang

Pedagang mata uang kuno (Kupang)

Kupang, Kecamatan Ambarawa

Dahulu menjadi pusat penukaran uang atau transaksi dagang menggunakan koin kupang.

21)

Genuk

Pembuat tempayan air besar (Genuk)

Kecamatan Ungaran Barat

Kampung pengrajin wadah penyimpanan air raksasa dari tanah liat bakar atau semen kuno.

22)

Krajan

Pusat administrasi / Lurah

Mayoritas Kecamatan di Kab. Semarang

Sebutan untuk dusun inti tempat tinggal kepala desa atau penguasa lokal wilayah tersebut.

23)

Demangan

Tempat tinggal seorang Demang

Kecamatan Karangjati

Wilayah kediaman pejabat setingkat kepala distrik (demang) pada masa pemerintahan masa lalu.

24)

Ngabean

Tempat tinggal abdi dalem Ngabei

Kecamatan Secang / Tengaran

Kawasan tanah perdikan yang dihadiahkan kepada pejabat istana berpangkat Ngabei.

25)

Sodong

Pemburu sarang burung walet

Kecamatan Jatijajar / Bergas

Wilayah sekitar perbukitan batu tempat para pencari komoditas alam gua kapur bermukim.

 

2. Toponimi Berdasarkan Flora (Tumbuhan)

Nama-nama tempat di bawah ini diambil dari nama vegetasi, pohon, atau bunga dominan yang ditemukan saat wilayah tersebut pertama kali dibuka (babad alas).

No.

Nama Tempat

Asal-usul Nama

Alamat / Kecamatan

Keterangan

26)

Ungaran

Berasal dari kata Wana Arang

Kecamatan Ungaran Barat & Timur

Wilayah perbukitan yang dulunya berupa hutan yang jarang atau renggang (Wana Arang).

27)

Ambarawa

Hutan Rawa yang Wangi (Ambar)

Kecamatan Ambarawa

Daerah rawa-rawa luas yang ditumbuhi tanaman air beraroma khas harum dan menyegarkan.

28)

Bandungan

Pohon Bandung / Rumpun bambu

Kecamatan Bandungan

Lereng Gunung Ungaran yang awalnya banyak ditumbuhi pohon kayu bandung besar dan teduh.

29)

Bawen

Dari kata Bau-an / Pohon Bahu

Kecamatan Bawen

Wilayah persimpangan jalan yang ditandai dengan rimbunnya pohon bahu peneduh jalan.

30)

Tuntang

Tanaman merambat Tuntang

Kecamatan Tuntang

Bantaran sungai dan danau yang dipenuhi oleh vegetasi liar tanaman merambat menjuntai.

31)

Sumowono

Sumo (Bunga) & Wono (Hutan)

Kecamatan Sumowono

Daerah pegunungan dingin yang hutannya dipenuhi bunga-bunga liar berwarna indah.

32)

Gedong Songo

Pohon Songo / Bangunan Sembilan

Candi, Kecamatan Bandungan

Meskipun merujuk pada candi, vegetasi sekitarnya dulu kaya akan tanaman perdu songo.

33)

Bringin

Pohon Beringin

Kecamatan Bringin

Wilayah yang berpusat pada sebuah pohon beringin raksasa purba sebagai tempat berteduh.

34)

Getasan

Tanaman obat Getasan

Kecamatan Getasan

Lereng Gunung Merbabu yang kaya akan tanaman semak liar penghasil getah obat herbal.

35)

Pringapus

Bambu Pring Apus

Kecamatan Pringapus

Daerah dataran rendah yang didominasi hutan rumpun bambu apus (bahan utama tali anyaman).

36)

Suruh

Tanaman Sirih (Suruh)

Kecamatan Suruh

Wilayah pertanian yang dahulu terkenal menghasilkan daun sirih kualitas terbaik untuk menginang.

37)

Susukan

Pohon Susuk / Aliran Air

Kecamatan Susukan

Kawasan yang ditandai dengan keberadaan pohon susuk berduri di sepanjang jalan desa.

38)

Kaliwungu

Pohon Wungu di tepi sungai

Kecamatan Susukan / Tengaran

Sungai yang di pinggirannya banyak ditumbuhi pohon wungu berbunga keunguan yang indah.

39)

Jombor

Pohon Jombor (Randu Alas)

Kecamatan Tuntang

Dusun yang memiliki pohon jombor raksasa berdiameter besar sebagai pembatas wilayah.

40)

Klepu

Pohon Klepu (Ketapang liar)

Kecamatan Bergas

Daerah yang dinamai karena banyaknya pohon klepu yang menggugurkan daunnya di musim kemarau.

41)

Gayam

Pohon Gayam

Kecamatan Pabelan

Kampung yang sejuk karena memiliki mata air yang dinaungi oleh deretan pohon gayam.

42)

Salam

Pohon Salam (Daun Bumbu)

Kecamatan Pabelan

Wilayah kebun yang ditumbuhi banyak pohon salam liar penyedia daun bumbu masakan.

43)

Dadapayam

Pohon Dadap tempat ayam hutan

Kecamatan Suruh

Hutan pohon dadap berduri yang menjadi habitat alami ayam hutan berkembang biak.

44)

Kelor

Tanaman Kelor

Kecamatan Kaliwungu (Semarang)

Pemukiman yang di setiap pekarangan rumah warganya ditanami tanaman kelor penolak bala.

45)

Randugunting

Pohon Randu (Kapuk) bercabang

Kecamatan Bergas

Persimpangan jalan yang ditandai dengan keberadaan pohon randu besar berbentuk mirip gunting.

46)

Lerep

Pohon Lerep / Tempat istirahat

Kecamatan Ungaran Barat

Lereng gunung yang rimbun oleh pohon lerep, digunakan musafir untuk melepas lelah.

47)

Gogodalem

Rumput Gogo di dalam hutan

Kecamatan Pringapus

Daerah lembah yang ditumbuhi padi gogo liar atau rumput tinggi di tengah areal bukit.

48)

Kalibeji

Pohon Beji di mata air

Kecamatan Tuntang

Sumber mata air yang dilindungi oleh akar-akar besar pohon beji purba yang dikeramatkan.

49)

Wringinputih

Pohon Beringin Putih

Kecamatan Bergas

Desa yang didirikan di dekat pohon beringin berdaun muda putih kepukan yang langka.

50)

Kemiri

Kebun pohon Kemiri

Kecamatan Gubug / Salatiga batas

Kawasan hutan lereng bawah yang menghasilkan banyak buah kemiri untuk bumbu dapur.

 

3.  Toponimi Berdasarkan Peristiwa (Sejarah & Momentum)

Tabel ini merujuk pada peristiwa pertempuran, momentum alam, legenda lokal (seperti cerita Baru Klinting), atau perjanjian bersejarah yang terjadi di wilayah Kabupaten Semarang.

No.

Nama Tempat

Asal-usul Peristiwa / Sejarah

Alamat / Kecamatan

Keterangan

51)

Rawa Pening

Peristiwa banjir legenda Baru Klinting

Ambarawa, Banyubiru, Tuntung

Danau purba yang terbentuk dari luapan air akibat dicabutnya lidi oleh anak sakti.

52)

Lodoyong

Peristiwa pohon condong (Loyong)

Kecamatan Ambarawa

Tempat bertahannya pasukan Diponegoro di dekat parit pertahanan yang jalannya miring.

53)

Bejalen

Peristiwa berjalan kaki massal

Kecamatan Ambarawa

Rute yang dilalui pengungsi perang yang berjalan kaki menghindari kejaran tentara Belanda.

54)

Banyubiru

Peristiwa munculnya air jernih kebiruan

Kecamatan Banyubiru

Momentum ditemukannya sumber mata air jernih yang memantulkan warna langit biru langit.

55)

Garon

Peristiwa kekalahan perang (Garan)

Kecamatan Banyubiru

Tempat bertemunya sisa pasukan yang kehilangan gagang (garan) senjata saat mundur.

56)

Tlogo

Peristiwa banjir bandang membentuk danau

Kecamatan Tuntang

Desa yang terbentuk pasca-bencana alam tanah longsor yang menyumbat air jadi telaga.

57)

Ngampin

Peristiwa mengapit pasukan musuh

Kecamatan Ambarawa

Lokasi taktik perang gerilya di mana pasukan pejuang mengepung (mengapit) konvoi logistik.

58)

Bergas

Peristiwa tubuh menjadi segar (Bergas)

Kecamatan Bergas

Daerah perbukitan tempat singgah bangsawan yang udaranya membuat badan sehat bugar.

59)

Durenan

Peristiwa jatuhnya buah durian raksasa

Kecamatan Bawen

Momentum jatuhnya pohon durian tua yang menutup akses jalan penghubung antar desa.

60)

Gedanganak

Peristiwa penemuan bayi di pohon pisang

Kecamatan Ungaran Timur

Legenda lokal penemuan anak terlantar di tengah kebun pisang (gedang) desa setempat.

61)

Keji

Peristiwa perbuatan kejam kolonial

Kecamatan Ungaran Barat

Dinamai untuk mengenang kekejaman kerja paksa pembuatan benteng pertahanan atas.

62)

Sidomulyo

Peristiwa tercapainya kemakmuran

Kecamatan Ungaran Timur

Desa yang didirikan bersama pasca-perang dengan harapan hidup mulia (Sido Mulyo).

63)

Kalirejo

Peristiwa normalisasi aliran sungai

Kecamatan Ungaran Timur

Pemukiman yang ramai (rejo) setelah aliran kalinya berhasil ditata untuk irigasi.

64)

Nyatnyono

Peristiwa pembuktian ucapan (Nyoto)

Kecamatan Ungaran Barat

Petilasan Syekh Hasan Munadi, tempat keraguan warga terbukti nyata (nyatnyono).

65)

Candirejo

Peristiwa penemuan struktur candi

Kecamatan Pringapus

Dusun yang menjadi ramai setelah ditemukannya runtuhan candi batu kuno di ladang warga.

66)

Sambirejo

Peristiwa bersatunya dua desa

Kecamatan Bringin

Penggabungan dua wilayah pemukiman pasca-kemerdekaan demi efisiensi tata laksana.

67)

Gendongan

Peristiwa menggendong pusaka kerajaan

Kecamatan Tingkir / Tengaran

Jalur evakuasi pusaka kraton yang dibawa dengan cara digendong kain kafan sutra.

68)

Batur

Peristiwa sumpah setia pengikut (Batur)

Kecamatan Getasan

Tempat bertemunya para pembantu (batur) setia pangeran yang berjanji sehidup semati.

69)

Kopeng

Peristiwa tersumbatnya telinga akibat dingin

Kecamatan Getasan

Kawasan puncak yang hawanya sangat dingin membuat telinga terasa tuli/kebas (kopengen).

70)

Pabelan

Peristiwa pembelaan perkara tanah

Kecamatan Pabelan

Tempat dilaksanakannya sidang adat pembelaan hak tanah ulayat rakyat dari tengkulak.

71)

Semowo

Peristiwa semburan gas bumi alami

Kecamatan Pabelan

Kejadian alam munculnya asap panas bumi dari rekahan tanah pertanian warga.

72)

Kradenan

Peristiwa serah terima tanah Raden

Kecamatan Kaliwungu

Momentum penyerahan hak kelola hutan dari pangeran Raden kepada sesepuh desa.

73)

Kajen

Peristiwa penghormatan tokoh (Ajen)

Kecamatan Tengaran

Desa tempat bermukimnya ulama kharismatik yang )sangat dihormati (diajeni) )masyarakat.

74)

Tegalwaton

Peristiwa peletakan batu batas negara

Kecamatan Tengaran

Kawasan ladang (tegal) tempat ditanamnya batu prasasti batas kekuasaan politik (waton).

75)

Bancak

Peristiwa pembagian nasi berkat massal

Kecamatan Bancak

Perayaan kemenangan pertempuran kecil yang dirayakan dengan makan nasi bancakan.

 

4. Toponimi Berdasarkan Tradisi / Budaya / Kebiasaan

Nama tempat berikut didasarkan pada ritual adat, seni pertunjukan, kebiasaan turun-temurun, atau tradisi keagamaan masyarakat Kabupaten Semarang.

No.

Nama Tempat

Asal-usul Tradisi / Budaya

Alamat / Kecamatan

Keterangan

76)

Barukan

Tradisi menukar barang (Baruk)

Kecamatan Tengaran

Pasar kuno tempat masyarakat melakukan tradisi barter hasil bumi harian.

77)

Merti

Tradisi bersih desa Merti Dusun

Kecamatan Bandungan / Getasan

Desa yang memegang teguh ritual tahunan merti bumi sebagai wujud syukur hasil tani.

78)

Siwarak

Tradisi tarian topeng hewan (Warak)

Kecamatan Ungaran Barat

Pusat pelestarian budaya seni pertunjukan rakyat Warak Ngendok atau topeng siwarak.

79)

Jomboran

Kebiasaan memberi minum kuda (Kombor)

Kecamatan Tuntang

Tempat peristirahatan gerobak sapi yang memiliki bak air besar untuk minum ternak.

80)

Suroloyo

Kebiasaan tirakat malam satu suro

Perbukitan Kecamatan Banyubiru

Puncak bukit yang sering dikunjungi masyarakat untuk tradisi laku prihatin tahunan.

81)

Gebyog

Kebiasaan merontokkan padi (Gebyog)

Kecamatan Karangjati

Kampung pertanian yang warganya serentak menumbuk/merontokkan padi secara manual.

82)

Mendiro

Tradisi menanam pohon peneduh jalan

Kecamatan Ungaran Timur

Budaya gotong royong warga menghijaukan jalur pintas lereng bukit agar tidak longsor.

83)

Selo

Tradisi menyepi di goa batu (Selo)

Kecamatan Getasan boundary

Kebiasaan para pertapa menghabiskan waktu bermeditasi di celah batu pegunungan.

84)

Kemetiran

Tradisi sedekah bumi hasil bumi

Kecamatan Ambarawa

Upacara rutin mempersembahkan gunungan palawija kepada cikal bakal desa.

85)

Tajuk

Kebiasaan beribadah di mushola kayu

Kecamatan Getasan

Pemukiman yang berpusat pada bangunan ibadah tradisional beratap tumpang tiga (tajuk).

86)

Plumbon

Kebiasaan mandi di lubang sungai (Blumbang)

Kecamatan Suruh

Tradisi anak-anak desa bermain air dan mandi di kubangan jernih aliran sungai.

87)

Krinjing

Kebiasaan membawa keranjang bambu

Kecamatan Suruh

Budaya para wanita tani yang selalu menggendong keranjang anyaman bambu (krinjing).

88)

Karangduren

Tradisi pesta panen buah lokal

Kecamatan Tengaran

Kebiasaan mengadakan selamatan desa bertepatan dengan musim panen buah raya.

89)

Banyumeneng

Kebiasaan berwudhu air tenang

Kecamatan Mranggen / Ungaran batas

Tempat ritual mensucikan diri menggunakan kolam air yang arusnya tenang khusyuk.

90)

Kerten

Kesenian karawitan jawa (Kert)

Kecamatan Pabelan

Dusun yang melestarikan tradisi menabuh gamelan setiap malam selasa kliwon.

91)

Gondang

Tradisi memukul lesung penanda panen

Kecamatan Pabelan

Kebiasaan ibu-ibu memainkan musik lesung kayu (gondangan) usai panen raya.

92)

Butuh

Tradisi meminta pertolongan spiritual

Kecamatan Tengaran

Tempat berziarah ke makam sesepuh untuk memohon kelancaran hajat hidup.

93)

Regunung

Tradisi menghormati penguasa gunung

Kecamatan Tengaran

Ritual sesaji lereng gunung demi menghindari amuk bencana alam vulkanik.

940

Kuningan

Tradisi memajang janur kuning

Kecamatan Semarang Barat / Ungaran

Kebiasaan menghias gapura desa dengan anyaman janur saat menyambut hari besar.

95)

Wonorejo

Tradisi meramaikan kawasan hutan

Kecamatan Pringapus

Kebiasaan babat alas berkala yang tujuannya mengubah wilayah sepi jadi makmur.

96)

Jetis

Kebiasaan membuat petasan perayaan

Kecamatan Bandungan

Kampung yang dulunya memproduksi bubuk mesiu/petasan bambu untuk pesta adat.

97)

Pujono

Tradisi melantunkan puji-pujian

Kecamatan Ambarawa

Kebiasaan membaca selawat dan syair jawa sebelum pelaksanaan sholat berjamaah.

98)

Sido Mukti

Tradisi menenun batik motif sidomukti

Kecamatan Bandungan

Kawasan yang melestarikan kebiasaan memakai batik perlambang kebahagiaan hidup.

99)

Patran

Kebiasaan menggambar daun (Patra)

Kecamatan Bergas

Pusat pengrajin ukir kayu tradisional bermotif sulur tanaman atau dedaunan kuno.

100)

Girimarto

Tradisi sedekah laut/danau rawa

Kecamatan Banyubiru

Upacara budaya melarung sesaji ke tengah Rawa Pening demi keselamatan nelayan.

 

D.  Contoh Toponimi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

Berikut daftar 100 toponimi (asal-usul nama tempat) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang dibagi berdasarkan: Profesi/Pekerjaan, Flora/Tumbuhan, Peristiwa/Sejarah, dan Tradisi/Budaya.

1. Toponimi Berdasarkan Profesi / Pekerjaan (Abdi Dalem & Pengrajin)

No.

Nama Tempat

Asal-usul Nama

Alamat / Lokasi

Keterangan

1)

Djogokaryan

Abdi Dalem Prajurit Jogokaryo

Mantrijeron, Kota Yogyakarta

Kampung tempat tinggal pasukan pengawal yang bertugas menjaga keselamatan raja.

2)

Mantrijeron

Abdi Dalem Prajurit Mantrijero

Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta

Wilayah tempat tinggal korps prajurit elite kraton tingkat perwira (mantri).

3)

Prawirotaman

Abdi Dalem Prajurit Prawirotama

Mergangsan, Kota Yogyakarta

Dahulu merupakan asrama atau pemukiman prajurit perwira penasihat perang kraton.

4)

Nyutran

Abdi Dalem Prajurit Nyutro

Wirogunan, Mergangsan, Kota Yogyakarta

Tempat tinggal prajurit pengawal dekat raja yang ahli bersenjata panah dan tombak.

5)

Patangpuluhan

Abdi Dalem Prajurit Patangpuluh

Kecamatan Wirobrajan, Kota Yogyakarta

Kampung pemukiman korps prajurit yang terkenal dengan kegigihan tempurnya.

6)

Daengan

Abdi Dalem Prajurit Daeng

Gedongtengen, Kota Yogyakarta

Pemukiman prajurit keturunan Makassar/Bugis yang mengabdi pada Kesultanan Yogyakarta.

7)

Ketanggungan

Abdi Dalem Prajurit Ketanggung

Wirobrajan, Kota Yogyakarta

Kampung tempat tinggal prajurit pembawa senjata berat atau tombak besar kraton.

8)

Wirobrajan

Abdi Dalem Prajurit Wirobrojo

Kecamatan Wirobrajan, Kota Yogyakarta

Tempat tinggal prajurit garda depan kraton yang terkenal dengan seragam lombok abang.

9)

Dagen

Abdi Dalem Undagi (Tukang Kayu)

Sosromenduran, Gedongtengen, Kota Jogja

Pemukiman para pengrajin dan ahli kayu yang mengurus pembangunan fisik istana.

10)

Gendingan

Abdi Dalem Niyaga/Gending

Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta

Kampung tempat tinggal para penabuh gamelan dan pembuat aransemen gending jawa.

11)

Kintelan

Abdi Dalem Kintel (Pencari Katak)

Mujamuju, Umbulharjo, Kota Yogyakarta

Wilayah tempat tinggal abdi dalem penyedia pakan satwa peliharaan (burung/predator) raja.

12)

Kemetiran

Abdi Dalem Metir

Pringgokusuman, Gedongtengen, Kota Jogja

Tempat tinggal abdi dalem yang bertugas mengurus administrasi keuangan dan pajak tanah.

13)

Gowongan

Abdi Dalem Gowong

Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta

Pemukiman para ahli bangunan (arsitek kuno) dan pembuat dinding rumah dari batu.

14)

Siliran

Abdi Dalem Silir

Panembahan, Kraton, Kota Yogyakarta

Tempat tinggal abdi dalem yang bertanggung jawab mengurus lampu minyak dan penerangan.

15)

Kajoran

Abdi Dalem Jor/Sayur

Ngestiharjo, Kasihan, Bantul

Daerah tempat tinggal abdi dalem penyokong pasokan sayur-mayur untuk dapur istana.

16)

Kemasan

Abdi Dalem Kemas (Pande Emas)

Purbayan, Kotagede, Kota Yogyakarta

Pemukiman para pengrajin emas dan perhiasan untuk keperluan keluarga kerajaan.

17)

Pandean

Abdi Dalem Pande Wesi

Umbulharjo, Kota Yogyakarta

Kampung tempat tinggal para pembuat senjata tajam, keris, dan alat pertanian besi.

18)

Pajeksan

Abdi Dalem Jaksa

Sosromenduran, Gedongtengen, Kota Jogja

Wilayah tempat tinggal para penegak hukum, jaksa, dan perangkat peradilan kraton.

19)

Musikanan

Abdi Dalem Musik

Panembahan, Kraton, Kota Yogyakarta

Kampung tempat tinggal abdi dalem yang memainkan alat musik barat/korps musik korps istana.

20)

Ngrajen

Abdi Dalem Raji (Tukang Gergaji)

Caturtunggal, Depok, Sleman

Pemukiman para pekerja pemotong kayu gelondongan untuk material bangunan kraton.

21)

Blunyah

Abdi Dalem Blunyah (Pembersih)

Sinduadi, Mlati, Sleman

Pemukiman abdi dalem yang bertugas membersihkan perlengkapan upacara ritual raja.

22)

Jagalan

Profesi Jagal (Penyembelih)

Purbayan, Kotagede, Bantul/Kota

Kawasan tempat tinggal para penjagal sapi/kerbau untuk kebutuhan pangan masyarakat.

22)

Kraton

Kediaman Istana Raja

Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta

Pusat pemerintahan sekaligus poros utama pemukiman seluruh abdi dalem kesultanan.

24)

Suryoputran

Kediaman Pangeran Suryoputro

Panembahan, Kraton, Kota Yogyakarta

Kawasan tempat tinggal pangeran beserta para abdi pengikut dan pelayannya.

25)

Rotowijayan

Abdi Dalem Roto (Kusir Kereta)

Kadipaten, Kraton, Kota Yogyakarta

Kampung tempat tinggal para kusir dan perawat kereta kuda kencana milik Sultan.

 

2.  Toponimi Berdasarkan Flora (Tumbuhan)

No.

Nama Tempat

Asal-usul Nama

Alamat / Lokasi

Keterangan

26)

Sleman

Pohon Salak / Saliman

Kabupaten Sleman

Dahulu wilayah ini dipenuhi oleh komoditas pohon salak pondoh dan hutan salak liar.

27)

Bantul

Tanaman Bambul (Bambu)

Kabupaten Bantul

Berasal dari daerah utara yang banyak ditumbuhi rumpun bambu lebat dan rindang.

28)

Wonosari

Wono (Hutan) & Sari (Indah)

Kecamatan Wonosari, Gunungkidul

Kawasan hutan belantara yang dibuka dan ternyata memiliki tanah yang subur/indah.

29)

Gondokusuman

Bunga Kusuma yang harum (Gondo)

Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta

Daerah yang dahulu ditumbuhi kebun bunga beraroma wangi milik permaisuri kraton.

30)

Gedongtengen

Pohon Tengen

Kecamatan Gedongtengen, Kota Yogyakarta

Kawasan hunian yang ditandai dengan keberadaan pohon tengen yang langka di sisi kanan.

31)

Baciro

Pohon Ciro / Mbaciro

Gondokusuman, Kota Yogyakarta

Wilayah yang awalnya ditumbuhi banyak pohon ciro (sejenis tanaman semak keras).

32)

Tegalrejo

Tegal (Ladang) yang Rejo (Subur)

Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta

Kawasan ladang pertanian pertanian yang sangat subur dan menghasilkan pangan melimpah.

33)

Karangwaru

Pohon Waru

Tegalrejo, Kota Yogyakarta

Pemukiman penduduk yang ditandai dengan banyaknya pohon waru di pekarangannya.

34)

Pringgokusuman

Bambu Pring

Gedongtengen, Kota Yogyakarta

Kawasan kebun bambu hias/petung yang dahulunya dikelola oleh pangeran kraton.

35)

Klitren

Pohon Klitri

Gondokusuman, Kota Yogyakarta

Berasal dari nama tanaman klitri yang buahnya sering digunakan untuk jamu tradisional.

36)

Prenggan

Pohon Pring (Bambu)

Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta

Daerah di Kotagede yang awalnya merupakan rimbunan hutan bambu petung liar.

37)

Gayam

Pohon Gayam

Semaki, Umbulharjo, Kota Yogyakarta

Kampung di Yogyakarta yang sangat teduh karena didominasi oleh pohon gayam besar.

38)

Beringharjo

Pohon Beringin membawa makmur

Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta

Pasar utama yang dibangun di bekas hutan beringin yang dianggap membawa berkah ekonomi.

39)

Sambi

Pohon Sambi

Pakembinangun, Pakem, Sleman

Desa di lereng Sleman yang ditandai dengan pohon sambi besar sebagai penunjuk jalan.

40)

Randubelang

Pohon Randu (Kapuk) bercak

Banguntapan, Bantul

Kawasan yang memiliki pohon randu unik dengan batang pohon bermotif loreng/belang.

41)

Kemandungan

Pohon Mandung

Kompleks Kraton, Kota Yogyakarta

Halaman kraton yang ditanami pohon mandung sebagai simbol ketenangan jiwa.

42)

Mendut

Tanaman Mendut

Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta

Daerah yang dahulu dipenuhi tanaman menjalar bernama mendut yang seratnya kuat.

43)

Dlingo

Tanaman obat Dringo

Kecamatan Dlingo, Bantul

Kawasan perbukitan yang subur ditumbuhi tanaman dlingo untuk obat dan tolak bala.

44)

Glagah

Tanaman Glagah (Rumput Gajah)

Temon, Kulon Progo

Wilayah pesisir pantai yang dipenuhi tanaman glagah liar sebelum ditata jadi desa.

45)

Purwosari

Pohon Purwo yang Sari (Indah)

Kecamatan Purwosari, Gunungkidul

Daerah pinggiran yang didominasi pohon purwo kuno yang rimbun dan asri.

46)

Nglipar

Pohon Lepar

Kecamatan Nglipar, Gunungkidul

Wilayah yang dibuka dari kawasan hutan yang banyak ditumbuhi pohon lepar.

47)

Semaki

Pohon Sawo Kecik (Semak)

Umbulharjo, Kota Yogyakarta

Kawasan yang dahulu banyak ditanami tanaman perdu dan pohon sawo kecik lambang baik.

48)

Kalasan

Pohon Kala / Hutan Alas

Kecamatan Kalasan, Sleman

Daerah subur bersejarah kuno yang dulunya berupa tanah hutan alas legam (kala).

49)

Suryodiningratan

Pohon Surian / Nama Tokoh

Mantrijeron, Kota Yogyakarta

Selain nama pangeran, wilayah ini dahulu sengaja ditanami pohon surian peneduh.

50)

Caturtunggal

Empat tanaman lambang persatuan

Kecamatan Depok, Sleman

Gabungan 4 desa yang masing-masing ditandai vegetasi pertanian penyokong pangan.

 

3.  Toponimi Berdasarkan Peristiwa (Sejarah & Momentum)

No.

Nama Tempat

Asal-usul Peristiwa

Alamat / Lokasi

Keterangan

51)

Ambarketawang

Tempat mencium bau wangi (Ambar)

Gamping, Sleman

Lokasi kraton transisi Sultan HB I saat mengawasi pembangunan Kraton Yogyakarta.

52)

Giyanti

Perjanjian Giyanti (1755)

Jantiharjo (Batas DIY-Jateng)

Lokasi penandatanganan pecahnya Kerajaan Mataram Islam menjadi Jogja dan Solo.

53)

Babadan

Peristiwa Babad Alas

Purwomartani, Kalasan, Sleman

Daerah yang dibuka pertama kali dengan menebang pohon hutan belantara secara massal.

54)

Plunyon

Peristiwa jalan licin (Plunyu)

Cangkringan, Sleman

Daerah di lereng Merapi tempat kereta kuda logistik tergelincir karena jalanan licin.

55)

Sedayu

Peristiwa musyawarah (Sedyo Ayu)

Kecamatan Sedayu, Bantul

Tempat bertemunya para tokoh pejuang untuk merencanakan niat baik kemerdekaan.

56)

Wirogunan

Peristiwa penahanan pejuang

Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta

Kawasan benteng pertahanan dan tempat penahanan tokoh perjuangan oleh Belanda.

57)

Maguwo

Peristiwa pendaratan pesawat

Depok, Sleman

Berasal dari peristiwa sejarah penerbangan militer perdana Indonesia di landasan tanah.

58)

Ambarrukmo

Peristiwa meditasi berbau harum

Caturtunggal, Depok, Sleman

Pesanggrahan sultan yang dibangun dari bekas lokasi bertapa raja yang sakral.

59)

Krapyak

Peristiwa berburu (Alas Krapyak)

Sewon, Bantul

Hutan tempat berburu para raja Mataram, lokasi wafatnya Prabu Hanyokrawati.

60)

Sentolo

Peristiwa singgahnya pasukan

Kecamatan Sentolo, Kulon Progo

Tempat pasukan Pangeran Diponegoro berhenti (sentolo) untuk menyusun siasat perang.

61)

Piyungan

Peristiwa penumpukan logistik

Kecamatan Piyungan, Bantul

Tempat pengumpulan bahan makanan (piwungan) saat perang gerilya zaman dahulu.

62)

Galur

Peristiwa pembuatan parit/jalur

Kecamatan Galur, Kulon Progo

Daerah aliran air yang digali oleh warga secara gotong royong atas perintah raja.

63)

Gamping

Peristiwa penambangan batu kapur

Kecamatan Gamping, Sleman

Tempat pembongkaran bukit gamping untuk material semen putih benteng kraton.

64)

Palbapang

Peristiwa penancapan papan penanda

Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul

Lokasi batas wilayah yang ditandai dengan tiang papan (pal) pengumuman resmi.

65)

Temon

Peristiwa penemuan bayi (Katemuan)

Kecamatan Temon, Kulon Progo

Daerah tempat bertemunya utusan kerajaan dengan rombongan yang sempat sesat.

66)

Nanggulan

Peristiwa penanggulangan banjir

Kecamatan Nanggulan, Kulon Progo

Wilayah bantaran sungai Progo yang dibuatkan tanggul raksasa oleh masyarakat.

67)

Playen

Peristiwa pengungsian (Mlayu)

Kecamatan Playen, Gunungkidul

Tempat pelarian warga kota saat terjadi serangan militer besar di wilayah tengah.

68)

Rongkop

Peristiwa bersembunyi di gua

Kecamatan Rongkop, Gunungkidul

Tempat warga berlindung di bawah tebing batu karst ringkuk (rongkop) saat paceklik.

69)

Panggang

Peristiwa pembakaran lahan

Kecamatan Panggang, Gunungkidul

Metode kuno membuka lahan pertanian di pegunungan dengan cara dibakar (dipanggang).

70)

Tepus

Peristiwa kehabisan air minum

Kecamatan Tepus, Gunungkidul

Rombongan pengelana yang merasa lelah dan kehausan sampai napasnya terengah (tepus).

71)

Paliyan

Peristiwa pembagian wilayah (Palihan)

Kecamatan Paliyan, Gunungkidul

Daerah tempat dilaksanakannya pembagian tanah ladang pasca-Perang Diponegoro.

72)

Girimulyo

Peristiwa makmurnya gunung gersang

Kecamatan Girimulyo, Kulon Progo

Momentum keberhasilan warga mengubah perbukitan batu menjadi lahan subur mulia.

73)

Semanu

Peristiwa penemuan sumber air

Kecamatan Semanu, Gunungkidul

Berasal dari kata Semeleh (lega) karena menemukan aliran sungai bawah tanah.

74)

Minggir

Peristiwa meminggirkan pasukan

Kecamatan Minggir, Sleman

Lokasi bertahannya pasukan gerilya yang terpaksa meminggir ke tepi sungai Progo.

75)

Godean

Peristiwa godaan/ujian prajurit

Kecamatan Godean, Sleman

Tempat bertemunya pasukan yang mendapat godaan berat dari intelijen musuh.

 

4.  Toponimi Berdasarkan Tradisi / Budaya

No.

Nama Tempat

Asal-usul Tradisi / Budaya

Alamat / Lokasi

Keterangan

76)

Kotagede

Tradisi pasar legi & kerajinan perak

Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta

Pusat peradaban Mataram Islam awal dengan tradisi pembuatan perak turun-temurun.

77)

Imogiri

Tradisi ziarah makam raja

Kecamatan Imogiri, Bantul

Bukit suci tempat ritual tradisi ziarah tahunan bagi )abdi dalem dan keturunan r)aja.

78)

Malioboro

Tradisi pawai bunga (Malyabhara)

Sosromenduran, Gedongtengen, Kota Jogja

Ja)lan utama yang sejak dul)u digunakan untuk rute prosesi adat karnaval kerajaan.

79)

Panggung Krapyak

Tradisi melihat prosesi berburu

Sewon, Bantul

Bangunan bertingkat tempat raja melihat prosesi adat berburu dan simbol meditasi.

80)

Kalisuci

Tradisi penyucian diri

Semanu, Gunungkidul

Sungai bawah tanah yang digunakan masyarakat untuk ritual mandi suci menjelang puasa.

81)

Mudal

Tradisi merti dusun air

Sariharjo, Ngaglik, Sleman

Mata air yang airnya membual (mudal), dikeramatkan untuk ritual syukur panen.

82)

Sendang Kasihan

Tradisi mandi pengasihan

Tamantirto, Kasihan, Bantul

Mata air petilasan Sunan Kalijaga, tempat tradisi ritual membersihkan aura wajah.

83)

Kasongan

Tradisi membuat gerabah tanah liat

Bangunjiwo, Kasihan, Bantul

Kampung sentra budaya yang mewariskan keahlian cetak tanah liat secara turun-temurun.

84)

Pundong

Tradisi menghormati punden desa

Kecamatan Pundong, Bantul

Daerah yang kebudayaannya berpusat pada pemeliharaan punden leluhur desa.

85)

Samberembe

Tradisi kesenian reroncen musik

Candibinangun, Pakem, Sleman

Desa wisata budaya yang terkenal dengan pelestarian alat musik bambu tradisional.

86)

Kunden

Tradisi pembuatan kendi ritual

Kecamatan Kotagede, Bantul/Kota

Tempat tinggal para pengrajin kendi tanah liat untuk kelengkapan upacara adat jawa.

87)

Jejeran

Tradisi pasar barter kuda (Jaran)

Wonokromo, Pleret, Bantul

Pusat berkumpulnya para blantik (makelar) dalam tradisi jual beli kuda zaman dulu.

88)

Sitisari

Tradisi merti bumi (syukuran tanah)

Piyungan, Bantul

Kawasan desa agro yang mempertahankan tradisi penghormatan dewi sri pasca-panen.

89)

Wonolelo

Tradisi tirakat malam satu suro

Pleret, Bantul

Tempat sunyi yang sering digunakan oleh para tetua untuk bermeditasi (lelo).

90)

Patuk

Tradisi beristirahat di perbukitan

Kecamatan Patuk, Gunungkidul

Tempat singgah favorit musafir untuk minum kopi dan istirahat sebelum mendaki.

91)

Ngawen

Tradisi pesantren santri kalong

Kecamatan Ngawen, Gunungkidul

Berasal dari kata Awi (bambu) tempat para santri membaca kitab suci di gubuk bambu.

92)

Sanden

Tradisi nelayan melabuh kapal

Kecamatan Sanden, Bantul

Kawasan pantai selatan dengan tradisi budaya sedekah laut tahunan yang kental.

93)

Kretek

Tradisi jembatan rakit bambu

Kecamatan Kretek, Bantul

Daerah penyeberangan sungai Opak yang dulunya menggunakan rakit berbunyi kretek.

94)

Pleret

Tradisi pembendungan sungai

Kecamatan Pleret, Bantul

Bekas ibu kota Mataram dengan tradisi manajemen air dan bendungan (paleret) kraton.

95)

Sewon

Tradisi menyewa tanah kas desa

Kecamatan Sewon, Bantul

Berasal dari kata Sewa, terkait kebiasaan sewa lahan pertanian milik sultan (Sultan Ground).

96)

Saptosari

Tradisi pelestarian tujuh mata air

Kecamatan Saptosari, Gunungkidul

Budaya masyarakat menjaga tujuh sumber air (sapto) demi kelangsungan hidup.

97)

Girimarto

Tradisi pemujaan roh gunung

Dlingo, Bantul

Kawasan perbukitan tinggi yang kental dengan upacara adat sesaji penolak balak.

98)

Kraton Kadipaten

Tradisi mendidik putra mahkota

Kadipaten, Kraton, Kota Yogyakarta

Wilayah tempat tinggal khusus putra mahkota dengan tradisi tata krama protokoler ketat.

99)

Gedongkiwo

Tradisi barisan sayap kiri istana

Mantrijeron, Kota Yogyakarta

Pemukiman prajurit pengawal sultan yang bertradisi berjaga di sisi kiri (kiwo) pawai.

100)

Nglanggeran

Tradisi mengutuk pelanggar adat

Patuk, Gunungkidul

Berasal dari kata Langgat (melanggar), terkait mitos dan tradisi menjaga keaslian gunung purba.

 

Catatan Penting:

Toponimi sering kali memiliki banyak versi berdasarkan cerita rakyat dan sejarah lisan. Penjelasan di atas adalah dugaan yang paling umum dan kuat berdasarkan etimologi Jawa.

-------  oOo  -------