IPS
7 Tema 3C. Toponimi
(Penyusun
: Amir Alamsyah, S.Pd._SMP Negeri 1 Bandungan)
A. Pengertian & Fungsi Toponimi
|
Kategori |
Penjelasan |
Contoh |
|
Pengertian Toponimi |
Toponimi adalah ilmu yang mempelajari
asal-usul, arti, dan sejarah nama-nama tempat. Nama tempat atau toponim,
bisa berupa nama geografis alami (gunung, sungai) atau buatan manusia (kota,
jalan). |
Nama
kota "Yogyakarta" berasal dari kata "Ayodya"
(kerajaan dalam epos Ramayana) dan "Karta" (makmur), mencerminkan
harapan kemakmuran kota. |
|
Fungsi Toponimi |
1.
Identifikasi
& Navigasi:
Memberi identitas dan membantu orang menemukan lokasi.
2.
Historis: Merekam sejarah suatu tempat.
3.
Linguistik: Menunjukkan evolusi bahasa.
4.
Sosiokultural: Mencerminkan nilai dan budaya masyarakat. |
1.
Memudahkan
kita mencari alamat "Jalan Sudirman."
2.
Nama
"Jalan Pangeran Diponegoro" mengabadikan nama pahlawan.
3.
Nama
"Candi Prambanan" berasal dari kata "Para Hyang," merujuk
pada dewa-dewi.
4.
Nama
"Desa Sukamaju" (suka maju) mencerminkan optimisme penduduknya. |
B. Cara Mencari Sumber Informasi
Toponimi
|
Jenis
Sumber Informasi |
Penjelasan |
Contoh |
|
Sumber Tertulis (Buku, Artikel, Jurnal) |
Mencari literatur yang secara
khusus membahas sejarah suatu wilayah, etimologi, atau nama-nama tempat.
Dokumen sejarah, arsip, dan laporan penelitian akademis seringkali menyimpan
informasi toponimi yang akurat. |
Buku
"Nama-nama Tanah Jawa" oleh W.F. Stutterheim atau artikel
jurnal tentang asal-usul nama "Tanah Lot" di Bali. |
|
Peta Kuno atau Klasik |
Peta-peta yang dibuat pada masa
lalu seringkali mencatat nama-nama tempat yang mungkin telah berubah atau
hilang seiring waktu. Peta-peta ini dapat membantu merekonstruksi sejarah
tata ruang suatu wilayah. |
Peta
Batavia (Jakarta) dari abad ke-17 yang mencatat nama-nama jalan dan kampung
yang kini tidak lagi digunakan, seperti "Kali Besar". |
|
Wawancara dengan Narasumber |
Menggali informasi dari penduduk
asli, tokoh masyarakat, atau sesepuh yang memiliki pengetahuan lisan tentang
sejarah dan asal-usul nama tempat di daerah mereka. |
Wawancara
dengan sesepuh Desa Suroloyo untuk mengetahui asal-usul nama bukit tersebut,
yang ternyata berkaitan dengan kepercayaan masyarakat setempat. |
|
Penandaan yang Mencolok |
Mengamati peninggalan fisik atau
penandaan di suatu lokasi yang dapat memberikan petunjuk tentang asal-usul
namanya. Ini bisa berupa prasasti, monumen, atau penamaan jalan. |
Penemuan prasasti di suatu situs
kuno yang mencatat nama kerajaan atau nama desa yang kini menjadi nama tempat
baru. |
|
Penelusuran Internet |
Menggunakan mesin pencari, situs
web arsip digital, dan forum daring untuk mencari data dan informasi toponimi
yang telah didokumentasikan. Wikipedia, Google Earth, dan berbagai situs
sejarah seringkali menjadi sumber awal yang baik. |
Menelusuri
artikel di Wikipedia tentang asal-usul nama "Tangerang" atau
melihat foto-foto lama dari suatu daerah melalui arsip digital yang diunggah
secara daring. |
C. Contoh Toponimi di Kabupaten
Semarang
Berikut 100 toponimi (asal-usul nama tempat) di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yang dibagi dalam
4 kategori: Profesi/Pekerjaan, Flora/Tumbuhan, Peristiwa/Sejarah, dan Tradisi/Budaya.
1. Toponimi
Berdasarkan Profesi / Pekerjaan / Kelompok Sosial
Tabel ini memuat nama desa atau wilayah
di Kabupaten Semarang yang penamaannya merujuk pada profesi masyarakatnya masa
lampau, pusat pengrajin, atau tempat mukim kelompok sosial tertentu.
|
No. |
Nama Tempat |
Asal-usul Nama |
Alamat / Kecamatan |
Keterangan |
|
1) |
Pandean |
Tempat para Pande Wesi |
Kecamatan Ngablak / Bawen |
Pemukiman yang dahulu menjadi
pusat para pengrajin besi (pembuat alat pertanian dan senjata). |
|
2) |
Kajoran |
Tempat abdi dalem pencari
sayur (Jor) |
Kecamatan Ambarawa |
Wilayah yang menyuplai
sayur-mayur untuk kebutuhan logistik benteng atau bangsawan. |
|
3) |
Kemasan |
Tempat pengrajin emas (Kemas) |
Kecamatan Klepu / Karangjati |
Kampung pemukiman para
pengrajin perhiasan emas dan perak pada era kolonial-mataram. |
|
4) |
Jatijajar |
Penjaga hutan jati (Jajar) |
Kecamatan Bergas |
Pemukiman para pekerja
kehutanan yang bertugas menata dan menjaga kelestarian pohon jati milik
jawatan. |
|
5) |
Jagalan |
Tempat para Jagal
(Penyembelih) |
Kecamatan Ambarawa |
Kawasan tempat tinggal para
penjagal hewan ternak sapi/kerbau untuk konsumsi pasar lokal. |
|
6) |
Sayangan |
Tempat pengrajin tembaga (Sayang) |
Tuntang / Ambarawa |
Pemukiman pengrajin alat
rumah tangga tradisional yang terbuat dari bahan tembaga atau kuningan. |
|
7) |
Kauman |
Tempat tinggal kaum
ulama/santri |
Kecamatan Ambarawa / Ungaran |
Kampung di sekitar masjid
agung yang dikhususkan bagi pemuka agama dan penegak hukum Islam. |
|
8) |
Ketanggungan |
Pasukan pemikul senjata (Ketanggung) |
Kecamatan Susukan |
Wilayah tempat bermukim atau
singgahnya sisa pasukan pembawa senjata berat era kerajaan. |
|
9) |
Dagen |
Tempat tukang kayu (Undagi) |
Kecamatan Tengaran |
Kampung yang mayoritas
warganya bekerja sebagai pemotong kayu dan pembuat rangka rumah kayu. |
|
10) |
Jejeran |
Tempat blantik kuda (Jaran) |
Kecamatan Bawen |
Lokasi yang dulunya menjadi
tempat berkumpulnya para pedagang dan perawat kuda tunggang. |
|
11) |
Kintelan |
Pencari katak rawa (Kintel) |
Kecamatan Ambarawa (dekat
Rawa Pening) |
Pemukiman nelayan darat yang
bertugas mencari katak rawa untuk pakan satwa atau konsumsi. |
|
12) |
Pekunden |
Tempat pembuat periuk/kendi |
Kecamatan Banyubiru |
Kampung sentra pengrajin
gerabah tanah liat, khususnya wadah air tradisional (kendi). |
|
13) |
Suryomataraman |
Pengikut Pangeran Mataram |
Kecamatan Sumowono |
Pemukiman yang dibuka oleh
prajurit pelarian atau keturunan bangsawan dari Kesultanan Mataram. |
|
14) |
Mrican |
Pedagang atau petani merica |
Kecamatan Tuntang |
Wilayah gudang penyimpanan
atau perkebunan lada (merica) pada masa tanam paksa. |
|
15) |
Blondo |
Pembuat minyak kelapa (Blondo) |
Kecamatan Bawen |
Kampung tempat warga
memproduksi minyak kelapa, di mana limbah padatnya disebut blondo. |
|
16) |
Kalisari |
Penambang pasir/batu sungai |
Kecamatan Ungaran Barat |
Daerah bantaran sungai yang
warganya memiliki profesi utama mengambil batu kali berkualitas. |
|
17) |
Sraten |
Tempat perawat gajah (Sシングル/Srat) |
Kecamatan Tuntang |
Daerah penangkaran atau
tempat tinggal para pawang gajah milik kerajaan/militer kuno. |
|
18) |
Gedangan |
Buruh perkebunan pisang |
Kecamatan Tuntang |
Kawasan hunian para pekerja
yang menggarap lahan perkebunan buah untuk pasar lokal. |
|
19) |
Pecinan |
Pemukiman warga Tionghoa
(Pedagang) |
Kecamatan Ambarawa |
Pusat niaga kuno tempat
berkumpulnya para saudagar keturunan Tionghoa di dekat pasar. |
|
20) |
Kupang |
Pedagang mata uang kuno (Kupang) |
Kupang, Kecamatan Ambarawa |
Dahulu menjadi pusat penukaran
uang atau transaksi dagang menggunakan koin kupang. |
|
21) |
Genuk |
Pembuat tempayan air besar (Genuk) |
Kecamatan Ungaran Barat |
Kampung pengrajin wadah
penyimpanan air raksasa dari tanah liat bakar atau semen kuno. |
|
22) |
Krajan |
Pusat administrasi / Lurah |
Mayoritas Kecamatan di Kab.
Semarang |
Sebutan untuk dusun inti
tempat tinggal kepala desa atau penguasa lokal wilayah tersebut. |
|
23) |
Demangan |
Tempat tinggal seorang Demang |
Kecamatan Karangjati |
Wilayah kediaman pejabat
setingkat kepala distrik (demang) pada masa pemerintahan masa lalu. |
|
24) |
Ngabean |
Tempat tinggal abdi dalem Ngabei |
Kecamatan Secang / Tengaran |
Kawasan tanah perdikan yang
dihadiahkan kepada pejabat istana berpangkat Ngabei. |
|
25) |
Sodong |
Pemburu sarang burung walet |
Kecamatan Jatijajar / Bergas |
Wilayah sekitar perbukitan
batu tempat para pencari komoditas alam gua kapur bermukim. |
2. Toponimi Berdasarkan Flora (Tumbuhan)
Nama-nama tempat di bawah ini diambil
dari nama vegetasi, pohon, atau bunga dominan yang ditemukan saat wilayah
tersebut pertama kali dibuka (babad alas).
|
No. |
Nama Tempat |
Asal-usul Nama |
Alamat / Kecamatan |
Keterangan |
|
26) |
Ungaran |
Berasal dari kata Wana
Arang |
Kecamatan Ungaran Barat &
Timur |
Wilayah perbukitan yang
dulunya berupa hutan yang jarang atau renggang (Wana Arang). |
|
27) |
Ambarawa |
Hutan Rawa yang Wangi (Ambar) |
Kecamatan Ambarawa |
Daerah rawa-rawa luas yang
ditumbuhi tanaman air beraroma khas harum dan menyegarkan. |
|
28) |
Bandungan |
Pohon Bandung / Rumpun
bambu |
Kecamatan Bandungan |
Lereng Gunung Ungaran yang
awalnya banyak ditumbuhi pohon kayu bandung besar dan teduh. |
|
29) |
Bawen |
Dari kata Bau-an /
Pohon Bahu |
Kecamatan Bawen |
Wilayah persimpangan jalan
yang ditandai dengan rimbunnya pohon bahu peneduh jalan. |
|
30) |
Tuntang |
Tanaman merambat Tuntang |
Kecamatan Tuntang |
Bantaran sungai dan danau
yang dipenuhi oleh vegetasi liar tanaman merambat menjuntai. |
|
31) |
Sumowono |
Sumo (Bunga) & Wono
(Hutan) |
Kecamatan Sumowono |
Daerah pegunungan dingin yang
hutannya dipenuhi bunga-bunga liar berwarna indah. |
|
32) |
Gedong Songo |
Pohon Songo / Bangunan
Sembilan |
Candi, Kecamatan Bandungan |
Meskipun merujuk pada candi,
vegetasi sekitarnya dulu kaya akan tanaman perdu songo. |
|
33) |
Bringin |
Pohon Beringin |
Kecamatan Bringin |
Wilayah yang berpusat pada
sebuah pohon beringin raksasa purba sebagai tempat berteduh. |
|
34) |
Getasan |
Tanaman obat Getasan |
Kecamatan Getasan |
Lereng Gunung Merbabu yang
kaya akan tanaman semak liar penghasil getah obat herbal. |
|
35) |
Pringapus |
Bambu Pring Apus |
Kecamatan Pringapus |
Daerah dataran rendah yang
didominasi hutan rumpun bambu apus (bahan utama tali anyaman). |
|
36) |
Suruh |
Tanaman Sirih (Suruh) |
Kecamatan Suruh |
Wilayah pertanian yang dahulu
terkenal menghasilkan daun sirih kualitas terbaik untuk menginang. |
|
37) |
Susukan |
Pohon Susuk / Aliran
Air |
Kecamatan Susukan |
Kawasan yang ditandai dengan
keberadaan pohon susuk berduri di sepanjang jalan desa. |
|
38) |
Kaliwungu |
Pohon Wungu di tepi
sungai |
Kecamatan Susukan / Tengaran |
Sungai yang di pinggirannya
banyak ditumbuhi pohon wungu berbunga keunguan yang indah. |
|
39) |
Jombor |
Pohon Jombor (Randu
Alas) |
Kecamatan Tuntang |
Dusun yang memiliki pohon
jombor raksasa berdiameter besar sebagai pembatas wilayah. |
|
40) |
Klepu |
Pohon Klepu (Ketapang
liar) |
Kecamatan Bergas |
Daerah yang dinamai karena
banyaknya pohon klepu yang menggugurkan daunnya di musim kemarau. |
|
41) |
Gayam |
Pohon Gayam |
Kecamatan Pabelan |
Kampung yang sejuk karena
memiliki mata air yang dinaungi oleh deretan pohon gayam. |
|
42) |
Salam |
Pohon Salam (Daun Bumbu) |
Kecamatan Pabelan |
Wilayah kebun yang ditumbuhi
banyak pohon salam liar penyedia daun bumbu masakan. |
|
43) |
Dadapayam |
Pohon Dadap tempat
ayam hutan |
Kecamatan Suruh |
Hutan pohon dadap berduri
yang menjadi habitat alami ayam hutan berkembang biak. |
|
44) |
Kelor |
Tanaman Kelor |
Kecamatan Kaliwungu
(Semarang) |
Pemukiman yang di setiap
pekarangan rumah warganya ditanami tanaman kelor penolak bala. |
|
45) |
Randugunting |
Pohon Randu (Kapuk)
bercabang |
Kecamatan Bergas |
Persimpangan jalan yang
ditandai dengan keberadaan pohon randu besar berbentuk mirip gunting. |
|
46) |
Lerep |
Pohon Lerep / Tempat
istirahat |
Kecamatan Ungaran Barat |
Lereng gunung yang rimbun
oleh pohon lerep, digunakan musafir untuk melepas lelah. |
|
47) |
Gogodalem |
Rumput Gogo di dalam
hutan |
Kecamatan Pringapus |
Daerah lembah yang ditumbuhi
padi gogo liar atau rumput tinggi di tengah areal bukit. |
|
48) |
Kalibeji |
Pohon Beji di mata air |
Kecamatan Tuntang |
Sumber mata air yang
dilindungi oleh akar-akar besar pohon beji purba yang dikeramatkan. |
|
49) |
Wringinputih |
Pohon Beringin Putih |
Kecamatan Bergas |
Desa yang didirikan di dekat
pohon beringin berdaun muda putih kepukan yang langka. |
|
50) |
Kemiri |
Kebun pohon Kemiri |
Kecamatan Gubug / Salatiga
batas |
Kawasan hutan lereng bawah
yang menghasilkan banyak buah kemiri untuk bumbu dapur. |
3. Toponimi Berdasarkan Peristiwa (Sejarah &
Momentum)
Tabel ini merujuk pada peristiwa
pertempuran, momentum alam, legenda lokal (seperti cerita Baru Klinting), atau
perjanjian bersejarah yang terjadi di wilayah Kabupaten Semarang.
|
No. |
Nama Tempat |
Asal-usul Peristiwa / Sejarah |
Alamat / Kecamatan |
Keterangan |
|
51) |
Rawa Pening |
Peristiwa banjir legenda Baru
Klinting |
Ambarawa, Banyubiru, Tuntung |
Danau purba yang terbentuk
dari luapan air akibat dicabutnya lidi oleh anak sakti. |
|
52) |
Lodoyong |
Peristiwa pohon condong (Loyong) |
Kecamatan Ambarawa |
Tempat bertahannya pasukan
Diponegoro di dekat parit pertahanan yang jalannya miring. |
|
53) |
Bejalen |
Peristiwa berjalan kaki
massal |
Kecamatan Ambarawa |
Rute yang dilalui pengungsi
perang yang berjalan kaki menghindari kejaran tentara Belanda. |
|
54) |
Banyubiru |
Peristiwa munculnya air
jernih kebiruan |
Kecamatan Banyubiru |
Momentum ditemukannya sumber
mata air jernih yang memantulkan warna langit biru langit. |
|
55) |
Garon |
Peristiwa kekalahan perang (Garan) |
Kecamatan Banyubiru |
Tempat bertemunya sisa
pasukan yang kehilangan gagang (garan) senjata saat mundur. |
|
56) |
Tlogo |
Peristiwa banjir bandang
membentuk danau |
Kecamatan Tuntang |
Desa yang terbentuk
pasca-bencana alam tanah longsor yang menyumbat air jadi telaga. |
|
57) |
Ngampin |
Peristiwa mengapit pasukan
musuh |
Kecamatan Ambarawa |
Lokasi taktik perang gerilya
di mana pasukan pejuang mengepung (mengapit) konvoi logistik. |
|
58) |
Bergas |
Peristiwa tubuh menjadi segar
(Bergas) |
Kecamatan Bergas |
Daerah perbukitan tempat
singgah bangsawan yang udaranya membuat badan sehat bugar. |
|
59) |
Durenan |
Peristiwa jatuhnya buah
durian raksasa |
Kecamatan Bawen |
Momentum jatuhnya pohon
durian tua yang menutup akses jalan penghubung antar desa. |
|
60) |
Gedanganak |
Peristiwa penemuan bayi di
pohon pisang |
Kecamatan Ungaran Timur |
Legenda lokal penemuan anak
terlantar di tengah kebun pisang (gedang) desa setempat. |
|
61) |
Keji |
Peristiwa perbuatan kejam
kolonial |
Kecamatan Ungaran Barat |
Dinamai untuk mengenang
kekejaman kerja paksa pembuatan benteng pertahanan atas. |
|
62) |
Sidomulyo |
Peristiwa tercapainya
kemakmuran |
Kecamatan Ungaran Timur |
Desa yang didirikan bersama
pasca-perang dengan harapan hidup mulia (Sido Mulyo). |
|
63) |
Kalirejo |
Peristiwa normalisasi aliran
sungai |
Kecamatan Ungaran Timur |
Pemukiman yang ramai (rejo)
setelah aliran kalinya berhasil ditata untuk irigasi. |
|
64) |
Nyatnyono |
Peristiwa pembuktian ucapan (Nyoto) |
Kecamatan Ungaran Barat |
Petilasan Syekh Hasan Munadi,
tempat keraguan warga terbukti nyata (nyatnyono). |
|
65) |
Candirejo |
Peristiwa penemuan struktur
candi |
Kecamatan Pringapus |
Dusun yang menjadi ramai
setelah ditemukannya runtuhan candi batu kuno di ladang warga. |
|
66) |
Sambirejo |
Peristiwa bersatunya dua desa |
Kecamatan Bringin |
Penggabungan dua wilayah
pemukiman pasca-kemerdekaan demi efisiensi tata laksana. |
|
67) |
Gendongan |
Peristiwa menggendong pusaka
kerajaan |
Kecamatan Tingkir / Tengaran |
Jalur evakuasi pusaka kraton
yang dibawa dengan cara digendong kain kafan sutra. |
|
68) |
Batur |
Peristiwa sumpah setia
pengikut (Batur) |
Kecamatan Getasan |
Tempat bertemunya para
pembantu (batur) setia pangeran yang berjanji sehidup semati. |
|
69) |
Kopeng |
Peristiwa tersumbatnya
telinga akibat dingin |
Kecamatan Getasan |
Kawasan puncak yang hawanya
sangat dingin membuat telinga terasa tuli/kebas (kopengen). |
|
70) |
Pabelan |
Peristiwa pembelaan perkara
tanah |
Kecamatan Pabelan |
Tempat dilaksanakannya sidang
adat pembelaan hak tanah ulayat rakyat dari tengkulak. |
|
71) |
Semowo |
Peristiwa semburan gas bumi
alami |
Kecamatan Pabelan |
Kejadian alam munculnya asap
panas bumi dari rekahan tanah pertanian warga. |
|
72) |
Kradenan |
Peristiwa serah terima tanah
Raden |
Kecamatan Kaliwungu |
Momentum penyerahan hak
kelola hutan dari pangeran Raden kepada sesepuh desa. |
|
73) |
Kajen |
Peristiwa penghormatan tokoh
(Ajen) |
Kecamatan Tengaran |
Desa tempat bermukimnya ulama
kharismatik yang )sangat dihormati (diajeni) )masyarakat. |
|
74) |
Tegalwaton |
Peristiwa peletakan batu
batas negara |
Kecamatan Tengaran |
Kawasan ladang (tegal)
tempat ditanamnya batu prasasti batas kekuasaan politik (waton). |
|
75) |
Bancak |
Peristiwa pembagian nasi
berkat massal |
Kecamatan Bancak |
Perayaan kemenangan
pertempuran kecil yang dirayakan dengan makan nasi bancakan. |
4.
Toponimi Berdasarkan Tradisi / Budaya / Kebiasaan
Nama tempat berikut didasarkan pada ritual adat, seni
pertunjukan, kebiasaan turun-temurun, atau tradisi keagamaan masyarakat
Kabupaten Semarang.
|
No. |
Nama Tempat |
Asal-usul Tradisi / Budaya |
Alamat / Kecamatan |
Keterangan |
|
76) |
Barukan |
Tradisi menukar barang (Baruk) |
Kecamatan Tengaran |
Pasar kuno tempat masyarakat
melakukan tradisi barter hasil bumi harian. |
|
77) |
Merti |
Tradisi bersih desa Merti
Dusun |
Kecamatan Bandungan / Getasan |
Desa yang memegang teguh
ritual tahunan merti bumi sebagai wujud syukur hasil tani. |
|
78) |
Siwarak |
Tradisi tarian topeng hewan (Warak) |
Kecamatan Ungaran Barat |
Pusat pelestarian budaya seni
pertunjukan rakyat Warak Ngendok atau topeng siwarak. |
|
79) |
Jomboran |
Kebiasaan memberi minum kuda
(Kombor) |
Kecamatan Tuntang |
Tempat peristirahatan gerobak
sapi yang memiliki bak air besar untuk minum ternak. |
|
80) |
Suroloyo |
Kebiasaan tirakat malam satu
suro |
Perbukitan Kecamatan
Banyubiru |
Puncak bukit yang sering
dikunjungi masyarakat untuk tradisi laku prihatin tahunan. |
|
81) |
Gebyog |
Kebiasaan merontokkan padi (Gebyog) |
Kecamatan Karangjati |
Kampung pertanian yang
warganya serentak menumbuk/merontokkan padi secara manual. |
|
82) |
Mendiro |
Tradisi menanam pohon peneduh
jalan |
Kecamatan Ungaran Timur |
Budaya gotong royong warga
menghijaukan jalur pintas lereng bukit agar tidak longsor. |
|
83) |
Selo |
Tradisi menyepi di goa batu (Selo) |
Kecamatan Getasan boundary |
Kebiasaan para pertapa
menghabiskan waktu bermeditasi di celah batu pegunungan. |
|
84) |
Kemetiran |
Tradisi sedekah bumi hasil
bumi |
Kecamatan Ambarawa |
Upacara rutin mempersembahkan
gunungan palawija kepada cikal bakal desa. |
|
85) |
Tajuk |
Kebiasaan beribadah di
mushola kayu |
Kecamatan Getasan |
Pemukiman yang berpusat pada
bangunan ibadah tradisional beratap tumpang tiga (tajuk). |
|
86) |
Plumbon |
Kebiasaan mandi di lubang
sungai (Blumbang) |
Kecamatan Suruh |
Tradisi anak-anak desa
bermain air dan mandi di kubangan jernih aliran sungai. |
|
87) |
Krinjing |
Kebiasaan membawa keranjang
bambu |
Kecamatan Suruh |
Budaya para wanita tani yang
selalu menggendong keranjang anyaman bambu (krinjing). |
|
88) |
Karangduren |
Tradisi pesta panen buah
lokal |
Kecamatan Tengaran |
Kebiasaan mengadakan
selamatan desa bertepatan dengan musim panen buah raya. |
|
89) |
Banyumeneng |
Kebiasaan berwudhu air tenang |
Kecamatan Mranggen / Ungaran
batas |
Tempat ritual mensucikan diri
menggunakan kolam air yang arusnya tenang khusyuk. |
|
90) |
Kerten |
Kesenian karawitan jawa (Kert) |
Kecamatan Pabelan |
Dusun yang melestarikan
tradisi menabuh gamelan setiap malam selasa kliwon. |
|
91) |
Gondang |
Tradisi memukul lesung
penanda panen |
Kecamatan Pabelan |
Kebiasaan ibu-ibu memainkan
musik lesung kayu (gondangan) usai panen raya. |
|
92) |
Butuh |
Tradisi meminta pertolongan
spiritual |
Kecamatan Tengaran |
Tempat berziarah ke makam
sesepuh untuk memohon kelancaran hajat hidup. |
|
93) |
Regunung |
Tradisi menghormati penguasa
gunung |
Kecamatan Tengaran |
Ritual sesaji lereng gunung
demi menghindari amuk bencana alam vulkanik. |
|
940 |
Kuningan |
Tradisi memajang janur kuning |
Kecamatan Semarang Barat /
Ungaran |
Kebiasaan menghias gapura
desa dengan anyaman janur saat menyambut hari besar. |
|
95) |
Wonorejo |
Tradisi meramaikan kawasan
hutan |
Kecamatan Pringapus |
Kebiasaan babat alas berkala
yang tujuannya mengubah wilayah sepi jadi makmur. |
|
96) |
Jetis |
Kebiasaan membuat petasan
perayaan |
Kecamatan Bandungan |
Kampung yang dulunya
memproduksi bubuk mesiu/petasan bambu untuk pesta adat. |
|
97) |
Pujono |
Tradisi melantunkan
puji-pujian |
Kecamatan Ambarawa |
Kebiasaan membaca selawat dan
syair jawa sebelum pelaksanaan sholat berjamaah. |
|
98) |
Sido Mukti |
Tradisi menenun batik motif
sidomukti |
Kecamatan Bandungan |
Kawasan yang melestarikan
kebiasaan memakai batik perlambang kebahagiaan hidup. |
|
99) |
Patran |
Kebiasaan menggambar daun (Patra) |
Kecamatan Bergas |
Pusat pengrajin ukir kayu
tradisional bermotif sulur tanaman atau dedaunan kuno. |
|
100) |
Girimarto |
Tradisi sedekah laut/danau
rawa |
Kecamatan Banyubiru |
Upacara budaya melarung
sesaji ke tengah Rawa Pening demi keselamatan nelayan. |
D. Contoh
Toponimi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
Berikut
daftar 100 toponimi (asal-usul nama tempat) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
yang dibagi berdasarkan: Profesi/Pekerjaan, Flora/Tumbuhan, Peristiwa/Sejarah,
dan Tradisi/Budaya.
1. Toponimi Berdasarkan
Profesi / Pekerjaan (Abdi Dalem & Pengrajin)
|
No. |
Nama
Tempat |
Asal-usul
Nama |
Alamat
/ Lokasi |
Keterangan |
|
1) |
Djogokaryan |
Abdi
Dalem Prajurit Jogokaryo |
Mantrijeron,
Kota Yogyakarta |
Kampung
tempat tinggal pasukan pengawal yang bertugas menjaga keselamatan raja. |
|
2) |
Mantrijeron |
Abdi
Dalem Prajurit Mantrijero |
Kecamatan
Mantrijeron, Kota Yogyakarta |
Wilayah
tempat tinggal korps prajurit elite kraton tingkat perwira (mantri). |
|
3) |
Prawirotaman |
Abdi
Dalem Prajurit Prawirotama |
Mergangsan,
Kota Yogyakarta |
Dahulu
merupakan asrama atau pemukiman prajurit perwira penasihat perang kraton. |
|
4) |
Nyutran |
Abdi
Dalem Prajurit Nyutro |
Wirogunan,
Mergangsan, Kota Yogyakarta |
Tempat
tinggal prajurit pengawal dekat raja yang ahli bersenjata panah dan tombak. |
|
5) |
Patangpuluhan |
Abdi
Dalem Prajurit Patangpuluh |
Kecamatan
Wirobrajan, Kota Yogyakarta |
Kampung
pemukiman korps prajurit yang terkenal dengan kegigihan tempurnya. |
|
6) |
Daengan |
Abdi
Dalem Prajurit Daeng |
Gedongtengen,
Kota Yogyakarta |
Pemukiman
prajurit keturunan Makassar/Bugis yang mengabdi pada Kesultanan Yogyakarta. |
|
7) |
Ketanggungan |
Abdi
Dalem Prajurit Ketanggung |
Wirobrajan,
Kota Yogyakarta |
Kampung
tempat tinggal prajurit pembawa senjata berat atau tombak besar kraton. |
|
8) |
Wirobrajan |
Abdi
Dalem Prajurit Wirobrojo |
Kecamatan
Wirobrajan, Kota Yogyakarta |
Tempat
tinggal prajurit garda depan kraton yang terkenal dengan seragam lombok
abang. |
|
9) |
Dagen |
Abdi
Dalem Undagi (Tukang Kayu) |
Sosromenduran,
Gedongtengen, Kota Jogja |
Pemukiman
para pengrajin dan ahli kayu yang mengurus pembangunan fisik istana. |
|
10) |
Gendingan |
Abdi
Dalem Niyaga/Gending |
Notoprajan,
Ngampilan, Kota Yogyakarta |
Kampung
tempat tinggal para penabuh gamelan dan pembuat aransemen gending jawa. |
|
11) |
Kintelan |
Abdi
Dalem Kintel (Pencari Katak) |
Mujamuju,
Umbulharjo, Kota Yogyakarta |
Wilayah
tempat tinggal abdi dalem penyedia pakan satwa peliharaan (burung/predator)
raja. |
|
12) |
Kemetiran |
Abdi
Dalem Metir |
Pringgokusuman,
Gedongtengen, Kota Jogja |
Tempat
tinggal abdi dalem yang bertugas mengurus administrasi keuangan dan pajak
tanah. |
|
13) |
Gowongan |
Abdi
Dalem Gowong |
Kecamatan
Jetis, Kota Yogyakarta |
Pemukiman
para ahli bangunan (arsitek kuno) dan pembuat dinding rumah dari batu. |
|
14) |
Siliran |
Abdi
Dalem Silir |
Panembahan,
Kraton, Kota Yogyakarta |
Tempat
tinggal abdi dalem yang bertanggung jawab mengurus lampu minyak dan
penerangan. |
|
15) |
Kajoran |
Abdi
Dalem Jor/Sayur |
Ngestiharjo,
Kasihan, Bantul |
Daerah
tempat tinggal abdi dalem penyokong pasokan sayur-mayur untuk dapur istana. |
|
16) |
Kemasan |
Abdi
Dalem Kemas (Pande Emas) |
Purbayan,
Kotagede, Kota Yogyakarta |
Pemukiman
para pengrajin emas dan perhiasan untuk keperluan keluarga kerajaan. |
|
17) |
Pandean |
Abdi
Dalem Pande Wesi |
Umbulharjo,
Kota Yogyakarta |
Kampung
tempat tinggal para pembuat senjata tajam, keris, dan alat pertanian besi. |
|
18) |
Pajeksan |
Abdi
Dalem Jaksa |
Sosromenduran,
Gedongtengen, Kota Jogja |
Wilayah
tempat tinggal para penegak hukum, jaksa, dan perangkat peradilan kraton. |
|
19) |
Musikanan |
Abdi
Dalem Musik |
Panembahan,
Kraton, Kota Yogyakarta |
Kampung
tempat tinggal abdi dalem yang memainkan alat musik barat/korps musik korps
istana. |
|
20) |
Ngrajen |
Abdi
Dalem Raji (Tukang Gergaji) |
Caturtunggal,
Depok, Sleman |
Pemukiman
para pekerja pemotong kayu gelondongan untuk material bangunan kraton. |
|
21) |
Blunyah |
Abdi
Dalem Blunyah (Pembersih) |
Sinduadi,
Mlati, Sleman |
Pemukiman
abdi dalem yang bertugas membersihkan perlengkapan upacara ritual raja. |
|
22) |
Jagalan |
Profesi
Jagal (Penyembelih) |
Purbayan,
Kotagede, Bantul/Kota |
Kawasan
tempat tinggal para penjagal sapi/kerbau untuk kebutuhan pangan masyarakat. |
|
22) |
Kraton |
Kediaman
Istana Raja |
Kecamatan
Kraton, Kota Yogyakarta |
Pusat
pemerintahan sekaligus poros utama pemukiman seluruh abdi dalem kesultanan. |
|
24) |
Suryoputran |
Kediaman
Pangeran Suryoputro |
Panembahan,
Kraton, Kota Yogyakarta |
Kawasan
tempat tinggal pangeran beserta para abdi pengikut dan pelayannya. |
|
25) |
Rotowijayan |
Abdi
Dalem Roto (Kusir Kereta) |
Kadipaten,
Kraton, Kota Yogyakarta |
Kampung
tempat tinggal para kusir dan perawat kereta kuda kencana milik Sultan. |
2. Toponimi Berdasarkan Flora (Tumbuhan)
|
No. |
Nama
Tempat |
Asal-usul
Nama |
Alamat
/ Lokasi |
Keterangan |
|
26) |
Sleman |
Pohon
Salak / Saliman |
Kabupaten
Sleman |
Dahulu
wilayah ini dipenuhi oleh komoditas pohon salak pondoh dan hutan salak liar. |
|
27) |
Bantul |
Tanaman
Bambul (Bambu) |
Kabupaten
Bantul |
Berasal
dari daerah utara yang banyak ditumbuhi rumpun bambu lebat dan rindang. |
|
28) |
Wonosari |
Wono
(Hutan) & Sari (Indah) |
Kecamatan
Wonosari, Gunungkidul |
Kawasan
hutan belantara yang dibuka dan ternyata memiliki tanah yang subur/indah. |
|
29) |
Gondokusuman |
Bunga
Kusuma yang harum (Gondo) |
Kecamatan
Gondokusuman, Kota Yogyakarta |
Daerah
yang dahulu ditumbuhi kebun bunga beraroma wangi milik permaisuri kraton. |
|
30) |
Gedongtengen |
Pohon
Tengen |
Kecamatan
Gedongtengen, Kota Yogyakarta |
Kawasan
hunian yang ditandai dengan keberadaan pohon tengen yang langka di sisi
kanan. |
|
31) |
Baciro |
Pohon
Ciro / Mbaciro |
Gondokusuman,
Kota Yogyakarta |
Wilayah
yang awalnya ditumbuhi banyak pohon ciro (sejenis tanaman semak keras). |
|
32) |
Tegalrejo |
Tegal
(Ladang) yang Rejo (Subur) |
Kecamatan
Tegalrejo, Kota Yogyakarta |
Kawasan
ladang pertanian pertanian yang sangat subur dan menghasilkan pangan
melimpah. |
|
33) |
Karangwaru |
Pohon
Waru |
Tegalrejo,
Kota Yogyakarta |
Pemukiman
penduduk yang ditandai dengan banyaknya pohon waru di pekarangannya. |
|
34) |
Pringgokusuman |
Bambu
Pring |
Gedongtengen,
Kota Yogyakarta |
Kawasan
kebun bambu hias/petung yang dahulunya dikelola oleh pangeran kraton. |
|
35) |
Klitren |
Pohon
Klitri |
Gondokusuman,
Kota Yogyakarta |
Berasal
dari nama tanaman klitri yang buahnya sering digunakan untuk jamu
tradisional. |
|
36) |
Prenggan |
Pohon
Pring (Bambu) |
Kecamatan
Kotagede, Kota Yogyakarta |
Daerah
di Kotagede yang awalnya merupakan rimbunan hutan bambu petung liar. |
|
37) |
Gayam |
Pohon
Gayam |
Semaki,
Umbulharjo, Kota Yogyakarta |
Kampung
di Yogyakarta yang sangat teduh karena didominasi oleh pohon gayam besar. |
|
38) |
Beringharjo |
Pohon
Beringin membawa makmur |
Ngupasan,
Gondomanan, Kota Yogyakarta |
Pasar
utama yang dibangun di bekas hutan beringin yang dianggap membawa berkah
ekonomi. |
|
39) |
Sambi |
Pohon
Sambi |
Pakembinangun,
Pakem, Sleman |
Desa
di lereng Sleman yang ditandai dengan pohon sambi besar sebagai penunjuk
jalan. |
|
40) |
Randubelang |
Pohon
Randu (Kapuk) bercak |
Banguntapan,
Bantul |
Kawasan
yang memiliki pohon randu unik dengan batang pohon bermotif loreng/belang. |
|
41) |
Kemandungan |
Pohon
Mandung |
Kompleks
Kraton, Kota Yogyakarta |
Halaman
kraton yang ditanami pohon mandung sebagai simbol ketenangan jiwa. |
|
42) |
Mendut |
Tanaman
Mendut |
Giwangan,
Umbulharjo, Kota Yogyakarta |
Daerah
yang dahulu dipenuhi tanaman menjalar bernama mendut yang seratnya kuat. |
|
43) |
Dlingo |
Tanaman
obat Dringo |
Kecamatan
Dlingo, Bantul |
Kawasan
perbukitan yang subur ditumbuhi tanaman dlingo untuk obat dan tolak bala. |
|
44) |
Glagah |
Tanaman
Glagah (Rumput Gajah) |
Temon,
Kulon Progo |
Wilayah
pesisir pantai yang dipenuhi tanaman glagah liar sebelum ditata jadi desa. |
|
45) |
Purwosari |
Pohon
Purwo yang Sari (Indah) |
Kecamatan
Purwosari, Gunungkidul |
Daerah
pinggiran yang didominasi pohon purwo kuno yang rimbun dan asri. |
|
46) |
Nglipar |
Pohon
Lepar |
Kecamatan
Nglipar, Gunungkidul |
Wilayah
yang dibuka dari kawasan hutan yang banyak ditumbuhi pohon lepar. |
|
47) |
Semaki |
Pohon
Sawo Kecik (Semak) |
Umbulharjo,
Kota Yogyakarta |
Kawasan
yang dahulu banyak ditanami tanaman perdu dan pohon sawo kecik lambang baik. |
|
48) |
Kalasan |
Pohon
Kala / Hutan Alas |
Kecamatan
Kalasan, Sleman |
Daerah
subur bersejarah kuno yang dulunya berupa tanah hutan alas legam (kala). |
|
49) |
Suryodiningratan |
Pohon
Surian / Nama Tokoh |
Mantrijeron,
Kota Yogyakarta |
Selain
nama pangeran, wilayah ini dahulu sengaja ditanami pohon surian peneduh. |
|
50) |
Caturtunggal |
Empat
tanaman lambang persatuan |
Kecamatan
Depok, Sleman |
Gabungan
4 desa yang masing-masing ditandai vegetasi pertanian penyokong pangan. |
3. Toponimi Berdasarkan Peristiwa (Sejarah & Momentum)
|
No. |
Nama
Tempat |
Asal-usul
Peristiwa |
Alamat
/ Lokasi |
Keterangan |
|
51) |
Ambarketawang |
Tempat
mencium bau wangi (Ambar) |
Gamping,
Sleman |
Lokasi
kraton transisi Sultan HB I saat mengawasi pembangunan Kraton Yogyakarta. |
|
52) |
Giyanti |
Perjanjian
Giyanti (1755) |
Jantiharjo
(Batas DIY-Jateng) |
Lokasi
penandatanganan pecahnya Kerajaan Mataram Islam menjadi Jogja dan Solo. |
|
53) |
Babadan |
Peristiwa
Babad Alas |
Purwomartani,
Kalasan, Sleman |
Daerah
yang dibuka pertama kali dengan menebang pohon hutan belantara secara massal. |
|
54) |
Plunyon |
Peristiwa
jalan licin (Plunyu) |
Cangkringan,
Sleman |
Daerah
di lereng Merapi tempat kereta kuda logistik tergelincir karena jalanan
licin. |
|
55) |
Sedayu |
Peristiwa
musyawarah (Sedyo Ayu) |
Kecamatan
Sedayu, Bantul |
Tempat
bertemunya para tokoh pejuang untuk merencanakan niat baik kemerdekaan. |
|
56) |
Wirogunan |
Peristiwa
penahanan pejuang |
Kecamatan
Mergangsan, Kota Yogyakarta |
Kawasan
benteng pertahanan dan tempat penahanan tokoh perjuangan oleh Belanda. |
|
57) |
Maguwo |
Peristiwa
pendaratan pesawat |
Depok,
Sleman |
Berasal
dari peristiwa sejarah penerbangan militer perdana Indonesia di landasan
tanah. |
|
58) |
Ambarrukmo |
Peristiwa
meditasi berbau harum |
Caturtunggal,
Depok, Sleman |
Pesanggrahan
sultan yang dibangun dari bekas lokasi bertapa raja yang sakral. |
|
59) |
Krapyak |
Peristiwa
berburu (Alas Krapyak) |
Sewon,
Bantul |
Hutan
tempat berburu para raja Mataram, lokasi wafatnya Prabu Hanyokrawati. |
|
60) |
Sentolo |
Peristiwa
singgahnya pasukan |
Kecamatan
Sentolo, Kulon Progo |
Tempat
pasukan Pangeran Diponegoro berhenti (sentolo) untuk menyusun siasat
perang. |
|
61) |
Piyungan |
Peristiwa
penumpukan logistik |
Kecamatan
Piyungan, Bantul |
Tempat
pengumpulan bahan makanan (piwungan) saat perang gerilya zaman dahulu. |
|
62) |
Galur |
Peristiwa
pembuatan parit/jalur |
Kecamatan
Galur, Kulon Progo |
Daerah
aliran air yang digali oleh warga secara gotong royong atas perintah raja. |
|
63) |
Gamping |
Peristiwa
penambangan batu kapur |
Kecamatan
Gamping, Sleman |
Tempat
pembongkaran bukit gamping untuk material semen putih benteng kraton. |
|
64) |
Palbapang |
Peristiwa
penancapan papan penanda |
Kecamatan
Bantul, Kabupaten Bantul |
Lokasi
batas wilayah yang ditandai dengan tiang papan (pal) pengumuman resmi. |
|
65) |
Temon |
Peristiwa
penemuan bayi (Katemuan) |
Kecamatan
Temon, Kulon Progo |
Daerah
tempat bertemunya utusan kerajaan dengan rombongan yang sempat sesat. |
|
66) |
Nanggulan |
Peristiwa
penanggulangan banjir |
Kecamatan
Nanggulan, Kulon Progo |
Wilayah
bantaran sungai Progo yang dibuatkan tanggul raksasa oleh masyarakat. |
|
67) |
Playen |
Peristiwa
pengungsian (Mlayu) |
Kecamatan
Playen, Gunungkidul |
Tempat
pelarian warga kota saat terjadi serangan militer besar di wilayah tengah. |
|
68) |
Rongkop |
Peristiwa
bersembunyi di gua |
Kecamatan
Rongkop, Gunungkidul |
Tempat
warga berlindung di bawah tebing batu karst ringkuk (rongkop) saat
paceklik. |
|
69) |
Panggang |
Peristiwa
pembakaran lahan |
Kecamatan
Panggang, Gunungkidul |
Metode
kuno membuka lahan pertanian di pegunungan dengan cara dibakar (dipanggang). |
|
70) |
Tepus |
Peristiwa
kehabisan air minum |
Kecamatan
Tepus, Gunungkidul |
Rombongan
pengelana yang merasa lelah dan kehausan sampai napasnya terengah (tepus). |
|
71) |
Paliyan |
Peristiwa
pembagian wilayah (Palihan) |
Kecamatan
Paliyan, Gunungkidul |
Daerah
tempat dilaksanakannya pembagian tanah ladang pasca-Perang Diponegoro. |
|
72) |
Girimulyo |
Peristiwa
makmurnya gunung gersang |
Kecamatan
Girimulyo, Kulon Progo |
Momentum
keberhasilan warga mengubah perbukitan batu menjadi lahan subur mulia. |
|
73) |
Semanu |
Peristiwa
penemuan sumber air |
Kecamatan
Semanu, Gunungkidul |
Berasal
dari kata Semeleh (lega) karena menemukan aliran sungai bawah tanah. |
|
74) |
Minggir |
Peristiwa
meminggirkan pasukan |
Kecamatan
Minggir, Sleman |
Lokasi
bertahannya pasukan gerilya yang terpaksa meminggir ke tepi sungai Progo. |
|
75) |
Godean |
Peristiwa
godaan/ujian prajurit |
Kecamatan
Godean, Sleman |
Tempat
bertemunya pasukan yang mendapat godaan berat dari intelijen musuh. |
4. Toponimi Berdasarkan Tradisi / Budaya
|
No. |
Nama
Tempat |
Asal-usul
Tradisi / Budaya |
Alamat
/ Lokasi |
Keterangan |
|
76) |
Kotagede |
Tradisi
pasar legi & kerajinan perak |
Kecamatan
Kotagede, Kota Yogyakarta |
Pusat
peradaban Mataram Islam awal dengan tradisi pembuatan perak turun-temurun. |
|
77) |
Imogiri |
Tradisi
ziarah makam raja |
Kecamatan
Imogiri, Bantul |
Bukit
suci tempat ritual tradisi ziarah tahunan bagi )abdi dalem dan keturunan r)aja. |
|
78) |
Malioboro |
Tradisi
pawai bunga (Malyabhara) |
Sosromenduran,
Gedongtengen, Kota Jogja |
Ja)lan
utama yang sejak dul)u digunakan untuk rute prosesi adat karnaval kerajaan. |
|
79) |
Panggung
Krapyak |
Tradisi
melihat prosesi berburu |
Sewon,
Bantul |
Bangunan
bertingkat tempat raja melihat prosesi adat berburu dan simbol meditasi. |
|
80) |
Kalisuci |
Tradisi
penyucian diri |
Semanu,
Gunungkidul |
Sungai
bawah tanah yang digunakan masyarakat untuk ritual mandi suci menjelang
puasa. |
|
81) |
Mudal |
Tradisi
merti dusun air |
Sariharjo,
Ngaglik, Sleman |
Mata
air yang airnya membual (mudal), dikeramatkan untuk ritual syukur
panen. |
|
82) |
Sendang
Kasihan |
Tradisi
mandi pengasihan |
Tamantirto,
Kasihan, Bantul |
Mata
air petilasan Sunan Kalijaga, tempat tradisi ritual membersihkan aura wajah. |
|
83) |
Kasongan |
Tradisi
membuat gerabah tanah liat |
Bangunjiwo,
Kasihan, Bantul |
Kampung
sentra budaya yang mewariskan keahlian cetak tanah liat secara turun-temurun. |
|
84) |
Pundong |
Tradisi
menghormati punden desa |
Kecamatan
Pundong, Bantul |
Daerah
yang kebudayaannya berpusat pada pemeliharaan punden leluhur desa. |
|
85) |
Samberembe |
Tradisi
kesenian reroncen musik |
Candibinangun,
Pakem, Sleman |
Desa
wisata budaya yang terkenal dengan pelestarian alat musik bambu tradisional. |
|
86) |
Kunden |
Tradisi
pembuatan kendi ritual |
Kecamatan
Kotagede, Bantul/Kota |
Tempat
tinggal para pengrajin kendi tanah liat untuk kelengkapan upacara adat jawa. |
|
87) |
Jejeran |
Tradisi
pasar barter kuda (Jaran) |
Wonokromo,
Pleret, Bantul |
Pusat
berkumpulnya para blantik (makelar) dalam tradisi jual beli kuda zaman dulu. |
|
88) |
Sitisari |
Tradisi
merti bumi (syukuran tanah) |
Piyungan,
Bantul |
Kawasan
desa agro yang mempertahankan tradisi penghormatan dewi sri pasca-panen. |
|
89) |
Wonolelo |
Tradisi
tirakat malam satu suro |
Pleret,
Bantul |
Tempat
sunyi yang sering digunakan oleh para tetua untuk bermeditasi (lelo). |
|
90) |
Patuk |
Tradisi
beristirahat di perbukitan |
Kecamatan
Patuk, Gunungkidul |
Tempat
singgah favorit musafir untuk minum kopi dan istirahat sebelum mendaki. |
|
91) |
Ngawen |
Tradisi
pesantren santri kalong |
Kecamatan
Ngawen, Gunungkidul |
Berasal
dari kata Awi (bambu) tempat para santri membaca kitab suci di gubuk
bambu. |
|
92) |
Sanden |
Tradisi
nelayan melabuh kapal |
Kecamatan
Sanden, Bantul |
Kawasan
pantai selatan dengan tradisi budaya sedekah laut tahunan yang kental. |
|
93) |
Kretek |
Tradisi
jembatan rakit bambu |
Kecamatan
Kretek, Bantul |
Daerah
penyeberangan sungai Opak yang dulunya menggunakan rakit berbunyi kretek. |
|
94) |
Pleret |
Tradisi
pembendungan sungai |
Kecamatan
Pleret, Bantul |
Bekas
ibu kota Mataram dengan tradisi manajemen air dan bendungan (paleret)
kraton. |
|
95) |
Sewon |
Tradisi
menyewa tanah kas desa |
Kecamatan
Sewon, Bantul |
Berasal
dari kata Sewa, terkait kebiasaan sewa lahan pertanian milik sultan (Sultan
Ground). |
|
96) |
Saptosari |
Tradisi
pelestarian tujuh mata air |
Kecamatan
Saptosari, Gunungkidul |
Budaya
masyarakat menjaga tujuh sumber air (sapto) demi kelangsungan hidup. |
|
97) |
Girimarto |
Tradisi
pemujaan roh gunung |
Dlingo,
Bantul |
Kawasan
perbukitan tinggi yang kental dengan upacara adat sesaji penolak balak. |
|
98) |
Kraton
Kadipaten |
Tradisi
mendidik putra mahkota |
Kadipaten,
Kraton, Kota Yogyakarta |
Wilayah
tempat tinggal khusus putra mahkota dengan tradisi tata krama protokoler
ketat. |
|
99) |
Gedongkiwo |
Tradisi
barisan sayap kiri istana |
Mantrijeron,
Kota Yogyakarta |
Pemukiman
prajurit pengawal sultan yang bertradisi berjaga di sisi kiri (kiwo)
pawai. |
|
100) |
Nglanggeran |
Tradisi
mengutuk pelanggar adat |
Patuk,
Gunungkidul |
Berasal
dari kata Langgat (melanggar), terkait mitos dan tradisi menjaga
keaslian gunung purba. |
Catatan
Penting:
Toponimi
sering kali memiliki banyak versi berdasarkan cerita rakyat dan sejarah
lisan. Penjelasan di atas adalah dugaan yang paling umum dan kuat berdasarkan
etimologi Jawa.
------- oOo
-------