IPS 9 Bab 1B

IPS 9 Bab 1B

Perdagangan Internasional

 

A. Pengertian Perdagangan Internasional

Aspek

Keterangan / Pengertian

Contoh Aplikasi

Definisi Umum

Proses pertukaran barang dan jasa berdasarkan kesepakatan bersama antara masyarakat/pelaku ekonomi di dua negara atau lebih.

Indonesia menjual kelapa sawit ke India, dan India menjual pasokan benang sutra ke Indonesia.

Komponen Utama

Melibatkan dua kegiatan utama, yaitu Ekspor (menjual barang/jasa ke luar negeri) dan Impor (membeli barang/jasa dari luar negeri).

PT Pertamina mengimpor minyak mentah dari Arab Saudi dan mengespor gas alam ke Singapura.

Ciri Khas

Menggunakan mata uang asing (devisa), dipengaruhi oleh kurs valuta asing, serta tunduk pada hukum internasional dan regulasi pabean.

Pembayaran transaksi menggunakan Dolar AS (USD) melalui perbankan internasional.

 


B. Bentuk-Bentuk Perdagangan Internasional

No.

Bentuk Perdagangan

Keterangan

Contoh

1.

Ekspor

Kegiatan menjual barang atau jasa buatan dalam negeri ke pasar luar negeri untuk memperoleh devisa.

Indonesia mengekspor minyak kelapa sawit (CPO) dan batubara ke Tiongkok serta India.

2.

Impor

Kegiatan membeli barang atau jasa dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang tidak/belum cukup diproduksi.

Indonesia mengimpor gandum dari Australia dan mesin pabrik dari Jerman.

3.

Barter

Sistem perdagangan antarnegara dengan cara saling menukar barang (goods for goods) tanpa menggunakan mata uang.

Pertukaran hasil beras Indonesia dengan minyak mentah dari negara tetangga saat terjadi krisis likuiditas.

4.

Konsinyasi (Consignment)

Penjualan barang ke luar negeri dengan cara menitipkan barang ke pedagang luar negeri; pembayaran dilakukan setelah barang laku terjual.

Pengrajin mebel Jepara menitipkan produk ukiran pada galeri seni di Belanda.

5.

Perdagangan Bilateral

Perdagangan yang dilakukan secara khusus oleh dua negara yang saling mengikat perjanjian kerja sama ekonomi.

Perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Jepang (Indonesia–Japan Economic Partnership Agreement / IJEPA).

6.

Perdagangan Regional

Perdagangan yang dilakukan oleh negara-negara yang berada dalam satu kawasan kawasan geografis yang sama.

Aktivitas perdagangan bebas antarnegara anggota ASEAN melalui skema AFTA (ASEAN Free Trade Area).

7.

Perdagangan Multilateral

Perdagangan yang melibatkan banyak negara dari berbagai kawasan dunia tanpa dibatasi wilayah geografis.

Kerja sama perdagangan global di bawah naungan Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization / WTO).

8.

Pelintas Batas (Border Crossing)

Perdagangan yang terjadi di wilayah perbatasan antarnegara tetangga yang dilakukan oleh penduduk setempat sesuai perjanjian perbatasan.

Penduduk perbatasan Kalimantan Barat (Indonesia) dan Sarawak (Malaysia) yang saling menukar hasil bumi harian.

 

C. Faktor Pendorong dan Faktor Penghambat Perdagangan Internasional

1. Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

Faktor Pendorong

Keterangan

Contoh

Perbedaan Sumber Daya Alam

Geografis dan iklim tiap negara berbeda, sehingga ketersediaan bahan mentah dan komoditas alam tidak seragam.

Indonesia mengekspor rempah-rempah dan karet ke negara-negara Eropa yang memiliki iklim dingin dan tidak dapat menanamnya.

Perbedaan Kemampuan Menghasilkan Barang dan Jasa

Tingkat keahlian tenaga kerja, infrastruktur, dan budaya kerja memengaruhi jenis produk yang dapat diproduksi secara maksimal.

Swiss terampil menghasilkan jam tangan mewah berkualitas tinggi, sementara Vietnam unggul dalam produksi tekstil massal.

Perbedaan dalam Menghasilkan Barang

Adanya spesialisasi produksi berdasarkan keunggulan komparatif (kemudahan/efisiensi pengerjaan suatu jenis barang tertentu).

Thailand fokus memproduksi beras putih kualitas tinggi secara masif, sedangkan Jepang memproduksi suku cadang kendaraan otomotif.

Perbedaan Biaya Produksi

Struktur upah, harga bahan baku, dan tingkat efisiensi menyebabkan biaya pemuatan barang bervariasi antarnegara.

Tiongkok mampu memproduksi elektronik dengan biaya jauh lebih murah dibanding Amerika Serikat karena skala industri yang besar dan efisiensi rantai pasok.

Peningkatan Pendapatan Masyarakat

Pertumbuhan ekonomi meningkatkan daya beli masyarakat terhadap barang-barang konsumsi berkualitas dari luar negeri.

Meningkatnya kelas menengah di Indonesia mendorong permintaan impor mobil buatan Jerman atau kosmetik dari Korea Selatan.

Perbedaan Teknologi

Negara dengan teknologi maju dapat memproduksi barang kompleks, sedangkan negara berkembang memproduksi barang berbasis sumber daya.

Amerika Serikat mengekspor perangkat lunak dan pesawat terbang (Boeing), sementara negara berkembang mengimpor produk bernilai tinggi tersebut.

 

2. Faktor Penghambat Perdagangan Internasional

Faktor Penghambat

Keterangan

Contoh

Kebijakan Proteksi oleh suatu Negara

Kebijakan pemerintah untuk melindungi industri dalam negeri dari persaingan produk impor (misal: tarif tinggi, kuota, impor terbatas, atau subsidi).

Penerapan tarif bea masuk yang tinggi untuk produk tekstil impor agar pabrik tekstil lokal tetap bertahan.

Kondisi Negara Tidak Stabil / Terjadinya Perang

Konflik bersenjata atau krisis politik meningkatkan risiko keamanan, mengganggu jalur logistik, dan merusak hubungan diplomatik.

Perang Rusia-Ukraina yang menghambat rantai pasok gandum dunia dan menaikkan harga pangan global secara mendadak.

Minimnya Sarana / Akses Transportasi Antarnegara

Keterbatasan pelabuhan laut, bandara, serta armada logistik internasional yang menaikkan biaya pengiriman dan memperlambat waktu distribusi.

Negara pedalaman tanpa akses laut (landlocked country) seperti Nepal mengalami kesulitan dan biaya ekstra tinggi saat hendak mengekspor barang secara global.

 

E. Tujuan dan Manfaat Perdagangan Internasional

1. Tujuan Perdagangan Internasional

No.

Tujuan

Keterangan

Contoh Nyata

1.

Memenuhi Kebutuhan Dalam Negeri

Mengatasi keterbatasan sumber daya, iklim, atau teknologi dalam negeri agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Indonesia mengimpor gandum dari Australia karena kondisi iklim tanah air tidak cocok untuk budidaya gandum skala besar.

2.

Meningkatkan Devisa Negara

Memperoleh mata uang asing melalui kegiatan ekspor yang dapat digunakan untuk membayar transaksi internasional dan pembiayaan negara.

Penerimaan devisa negara dari kegiatan ekspor kelapa sawit (CPO) dan olahannya ke India dan Tiongkok.

3.

Perluasan Pasar dan Keuntungan

Membantu produsen lokal menjual kelebihan hasil produksi ke luar negeri untuk meningkatkan volume penjualan dan margin keuntungan.

Perusahaan kerajinan ukir kayu dari Jepara memperluas pasar penjualannya hingga ke negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.

4.

Mempererat Hubungan Diplomatik

Menjaga stabilitas hubungan antarnegara melalui kerja sama ekonomi dan ikatan saling membutuhkan.

Kerja sama perdagangan bilateral antara Indonesia dan Jepang yang dibarengi dengan program kemitraan ekonomi (IJEPA).

 

2. Manfaat Perdagangan Internasional 

No.

Manfaat

Keterangan

Contoh Nyata

1.

Transfer Teknologi Modern

Mengakselerasi penguasaan teknologi produksi maju dan efisien dari negara maju ke negara berkembang.

Importasi mesin pabrik berteknologi tinggi dari Jerman yang digunakan untuk meningkatkan efisiensi industri tekstil di Indonesia.

2.

Spesialisasi dan Efisiensi Produksi

Mendorong negara fokus memproduksi barang yang memiliki keunggulan komparatif atau absolut sehingga biaya lebih hemat.

Indonesia fokus pada produksi barang berbasis sumber daya alam (seperti karet dan kopi), sementara Korea Selatan fokus pada barang elektronik.

3.

Stabilisasi Harga Barang

Mencegah lonjakan harga di dalam negeri akibat kelangkaan barang dengan cara mendatangkan pasokan dari luar negeri.

Pemerintah melakukan impor beras saat pasokan beras lokal menipis akibat musim kemarau panjang guna menjaga kestabilan harga pasar.

4.

Peluang Kerja dan Penyerapan Tenaga Kerja

Meningkatnya aktivitas produksi barang-barang ekspor menyerap banyak tenaga kerja dan mengurangi pengangguran.

Pembukaan pabrik-pabrik sepatu berstandar ekspor di wilayah Jawa Tengah yang menyerap ribuan tenaga kerja lokal.


F. Dampak Perdagangan Internasional dan Upaya Mengatasinya


     1.  Dampak Positif Perdagangan Internasional

Dampak Positif

Keterangan / Penjelasan

Contoh Nyata

Terjalinnya Persahabatan Antarnegara

Transaksi dagang yang intensif memicu kerja sama diplomatik, budaya, dan politik yang lebih erat antarnegara mitra dagang.

Kerja sama bilateral Indonesia dan Jepang di sektor ekonomi yang merembet pada program beasiswa dan pertukaran budaya.

Memperoleh Barang yang Tidak Bisa Diproduksi di Dalam Negeri

Mengatasi keterbatasan sumber daya alam, iklim, atau keahlian teknologi dengan mengimpor komoditas dari negara lain.

Indonesia mengimpor gandum dari Australia untuk bahan baku mie dan roti karena gandum tidak tumbuh optimal di iklim tropis.

Memperoleh Keuntungan

Kegiatan ekspor menghasilkan devisa (mata uang asing) yang menambah pendapatan negara dan meningkatkan margin laba produsen.

Perusahaan kelapa sawit atau karet di Indonesia memperoleh devisa bernilai tinggi saat menjual produknya ke pasar Eropa dan Amerika.

Memperluas Pasar Industri Dalam Negeri

Produsen tidak hanya bergantung pada konsumen domestik, melainkan dapat melipatgandakan jumlah penjualan ke pasar global.

Produk kerajinan ukir Jepara atau batik lokal yang dijual hingga ke Amerika Serikat dan Timur Tengah melalui platform digital internasional.

Meningkatkan Penggunaan Teknologi / Transfer Teknologi

Impor mesin canggih memaksa tenaga kerja lokal mempelajari cara pengoperasian dan pemeliharaannya.

Penggunaan mesin otomatis dan teknologi perakitan kendaraan dari Jepang yang kini dikuasai oleh teknisi lokal di pabrik otomotif Indonesia.

Meningkatkan Lapangan Pekerjaan

Tingginya permintaan ekspor mendorong industri memperluas skala produksi, sehingga membutuhkan lebih banyak tenaga kerja.

Pembukaan pabrik garmen skala besar berbasis ekspor yang menyerap ribuan pekerja lokal di kawasan industri Jawa Tengah.

Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Peningkatan PDB (Produk Domestik Bruto) terjadi seiring meningkatnya konsumsi, investasi, dan nilai ekspor bersih (net export).

Ekspor komoditas olahan nikel dan baja yang menggerakkan roda perekonomian serta pendapatan daerah di Sulawesi Tengah.

 

2. Dampak Negatif Perdagangan Internasional

Dampak Negatif

Keterangan / Penjelasan

Contoh Nyata

Produksi Dalam Negeri Semakin Berkurang

Serbuan produk impor berharga murah dapat menggeser minat konsumen, sehingga penjualan produk lokal mengalami penurunan drastis.

Industri sepatu dan pakaian jadi lokal yang penjualannya merosot akibat masuknya produk impor ilegal atau impor berharga sangat murah.

Ketergantungan terhadap Negara Lain

Ketidakmampuan memproduksi kebutuhan pokok atau teknologi tinggi membuat suatu negara rentan terhadap gejolak di negara pemasok.

Kelangkaan atau lonjakan harga pangan di dalam negeri ketika negara pemasok utama menutup keran ekspor beras/kedelainya.

Industri Kecil Tidak Bisa Berkembang dan Sulit Bersaing

UMKM lokal sering kalah persaingan dalam hal efisiensi harga, kualitas kemasan, serta skala produksi dibanding barang dari industri luar negeri.

Pengrajin mainan kayu tradisional yang gulung tikar karena kalah bersaing dengan mainan plastik impor berbasis manufaktur massal.

 

3. Upaya Mengatasi Dampak Negatif Perdagangan Internasional

Upaya / Strategi

Keterangan / Penjelasan

Contoh Langkah Konkret

Penerapan Kebijakan Proteksi

Pemerintah menerapkan regulasi seperti bea masuk (tarif), kuota impor, atau larangan impor sementara untuk melindungi industri strategis domestik.

Penetapan tarif bea masuk yang lebih tinggi untuk produk garmen impor guna memberi ruang napas bagi pabrik tekstil dalam negeri.

Pemberian Subsidi dan Bantuan Modal

Mengurangi beban biaya produksi produsen lokal agar mampu menetapkan harga jual yang bersaing dengan produk impor.

Pemberian pupuk bersubsidi kepada petani serta program Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah bagi UMKM.

Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)

Melatih tenaga kerja lokal agar memiliki keahlian, kreativitas, dan produktivitas tinggi setara standar internasional.

Pelatihan digital marketing dan standardisasi sertifikasi ISO gratis bagi para pelaku industri kreatif lokal.

Kampanye "Cinta dan Gunakan Produk Dalam Negeri"

Mendorong gerakan nasional untuk mengubah preferensi konsumen agar lebih bangga membeli karya dan produk lokal.

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GNBBI) yang mewajibkan instansi pemerintah memprioritaskan belanja produk dalam negeri (PDN).

Diversifikasi dan Hilirisasi Produk Ekspor

Mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi sebelum diekspor agar nilai jualnya jauh lebih tinggi.

Kebijakan hilirisasi bijih nikel menjadi baterai kendaraan listrik alih-alih mengekspor bahan mentahnya saja.

 

G.  Kebijakan Perdagangan Internasional

Kebijakan

Keterangan / Penjelasan

Contoh

Kebijakan Tarif (Bea Masuk)

Pajak atau pajak atas barang ekspor/impor yang dikenakan oleh pemerintah. Penerapan bea masuk bertujuan menaikkan harga barang impor agar industri dalam negeri terlindungi dari persaingan harga.

Pemerintah Indonesia menetapkan bea masuk hingga 20% untuk produk garmen impor agar pakaian buatan konveksi lokal tetap bersaing.

Kuota (Kuota Impor / Ekspor)

Kebijakan yang membatasi jumlah (volume) atau nilai maksimal barang yang boleh diimpor atau diekspor oleh suatu negara dalam periode tertentu.

Pembatasan impor beras maksimal 500.000 ton per tahun oleh pemerintah untuk menjaga harga jual gabah di tingkat petani lokal.

Dumping

Kebijakan penjualan barang di pasar luar negeri dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga jual komoditas yang sama di pasar dalam negeri. Tujuannya adalah memenangkan persaingan dan merebut pangsa pasar internasional.

Produsen baja dari Tiongkok yang menjual produk bajanya ke negara-negara Asia Tenggara dengan harga di bawah biaya produksi dalam negerinya.

Subsidi

Bantuan dana, fasilitas, atau keringanan pajak yang diberikan pemerintah kepada produsen dalam negeri. Tujuannya untuk menekan biaya produksi sehingga harga jual produk lokal bisa lebih terjangkau.

Pemberian subsidi pupuk, bibit, serta mesin pertanian kepada petani lokal agar biaya panen rendah dan mampu menyaingi harga komoditas impor.

Diskriminasi Harga

Kebijakan menetapkan harga jual yang berbeda-beda untuk jenis barang yang sama kepada negara tujuan atau pasar yang berbeda, tergantung pada perjanjian politik atau kondisi ekonomi negara mitra.

Penjualan minyak mentah atau gas alam ke Negara A dengan harga lebih murah dibanding ke Negara B karena adanya Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) bilateral.

  

-------  oOo  -------