IPS 8 Tema
3C
Lembaga
Sosial dalam Kehidupan Masyarakat
A. Pengertian dan Karakteristik Lembaga
Sosial
Lembaga sosial merupakan sistem
norma atau aturan yang bertujuan untuk mengatur tindakan manusia dalam memenuhi
kebutuhan pokoknya. Lembaga sosial terbentuk dari nilai-nilai yang disepakati
bersama oleh masyarakat melalui proses yang panjang hingga menjadi sebuah
tradisi atau aturan resmi.
1. Pengertian Lembaga Sosial
|
Aspek |
Keterangan |
Contoh |
|
Pengertian |
Himpunan
norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam
kehidupan masyarakat. |
Aturan
mengenai cara bersikap kepada orang yang lebih tua. |
Lembaga sosial memiliki ciri khas
atau karakteristik tertentu yang membedakannya dari organisasi atau kelompok
sosial biasa. Karakteristik ini muncul agar lembaga tersebut mampu menjalankan
fungsinya secara stabil dalam jangka waktu yang lama guna memenuhi kebutuhan
masyarakat.
|
No. |
Karakteristik |
Keterangan |
Contoh |
|
1) |
Memiliki
Simbol |
Setiap
lembaga memiliki lambang atau tanda khusus yang mewakili identitas, tujuan,
serta fungsi dari lembaga tersebut. |
Lembaga
Hukum: Simbol
timbangan yang melambangkan keadilan yang seimbang. |
|
2) |
Tingkat
Kekekalan |
Lembaga
sosial cenderung bertahan lama (mapan) karena berisi nilai-nilai dan norma
yang telah mendarah daging dalam masyarakat. |
Lembaga
Agama: Keyakinan
dan praktik ibadah yang tetap dipertahankan dari generasi ke generasi. |
|
3) |
Memiliki
Tradisi |
Adanya
pola perilaku atau aturan (tertulis maupun tidak tertulis) yang menjadi
pedoman dan diwariskan secara turun-temurun. |
Lembaga
Keluarga: Adanya
tradisi menghormati orang tua atau ritual adat dalam pernikahan. |
|
4) |
Memiliki
Alat Kelengkapan |
Sarana
fisik atau prasarana yang digunakan untuk menunjang kegiatan lembaga dalam
mencapai tujuannya. |
Lembaga
Ekonomi:
Penggunaan uang sebagai alat tukar, pasar sebagai tempat transaksi, atau
mesin produksi. |
|
5) |
Memiliki
Tujuan |
Setiap
lembaga sosial dibentuk secara sengaja untuk mencapai )target tertentu demi
kesejahteraan anggotanya. |
Lembaga
Pendidikan:
Memiliki tujuan untuk memberikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan
membentuk karakter. |
|
6) |
Pola
Perilaku |
Adanya
standarisasi tingkah laku yang harus dijalankan oleh individu agar tercipta keteraturan
sosial. |
Lembaga
Politik: Aturan
resmi dalam pelaksanaan pemilihan umum untuk memilih pemimpin secara
demokratis. |
B. Fungsi , Tujuan, Manfaat Lembaga Sosial
Lembaga sosial merupakan pilar
utama dalam menciptakan keteraturan di tengah masyarakat. Keberadaannya tidak
hanya mengatur perilaku individu saat ini, tetapi juga berfungsi sebagai
jembatan untuk menjaga stabilitas sosial di masa depan melalui pewarisan nilai
dan norma.
1. Fungsi
Lembaga Sosial
Fungsi lembaga sosial dibagi menjadi
dua kategori utama, yaitu fungsi yang disadari (manifest) dan fungsi yang tidak
disadari atau tersembunyi (laten).
|
Jenis Fungsi |
Keterangan |
Contoh |
|
Fungsi
Manifest |
Fungsi
yang menjadi tujuan utama dan disadari sepenuhnya oleh anggota masyarakat. |
Lembaga
Ekonomi:
Mengatur tata cara produksi, distribusi, dan konsumsi barang untuk memenuhi
kebutuhan hidup. |
|
Fungsi
Laten |
Fungsi
yang tidak disengaja dan sering kali tidak disadari, namun tetap berdampak
pada masyarakat. |
Lembaga
Pendidikan: Terkadang
menjadi sarana untuk menunda usia pernikahan atau mengurangi beban pengawasan
orang tua. |
|
Fungsi
Pemberi Pedoman |
Memberikan
arahan kepada masyarakat tentang bagaimana seharusnya bersikap dalam
menghadapi masalah. |
Lembaga
Agama:
Memberikan pedoman moral dan spiritual saat individu mengalami krisis batin
atau musibah. |
Lembaga sosial dibentuk secara
sengaja untuk mencapai target-target tertentu dalam kehidupan bermasyarakat.
|
Tujuan
Utama |
Keterangan |
Contoh
Penerapan |
|
Keteraturan
Sosial |
Menciptakan
suasana kehidupan masyarakat yang tertib, aman, dan damai tanpa konflik
besar. |
Lembaga
Hukum: Adanya
sanksi tegas bagi pelaku pencurian agar masyarakat merasa aman menyimpan
propertinya. |
|
Pemenuhan
Kebutuhan |
Mengatur
cara-cara manusia dalam memenuhi kebutuhan pokok (sandang, pangan, papan). |
Lembaga
Ekonomi: Pasar
atau supermarket menyediakan mekanisme tukar-menambah barang yang sah. |
|
Pengawasan
Sosial |
Menjadi
sistem kontrol agar anggota masyarakat tidak melanggar nilai dan norma yang
berlaku. |
Lembaga
Politik: Lembaga
legislatif mengawasi kinerja pemerintah agar tetap sesuai dengan kepentingan
rakyat. |
Manfaat lembaga sosial bersifat berkelanjutan,
menjaga keseimbangan antara kebutuhan saat ini dan kelestarian nilai untuk
generasi mendatang.
|
Dimensi
Waktu |
Manfaat
bagi Masyarakat |
Contoh |
|
Masa
Sekarang |
Menyediakan
identitas sosial dan alat pemersatu bangsa di tengah keragaman. |
Lembaga
Budaya:
Penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi mempersatukan komunikasi
antar suku di pasar dan kantor. |
|
Masa
Sekarang |
Memberikan
rasa aman dan perlindungan secara fisik maupun psikologis. |
Lembaga
Keluarga:
Memberikan kasih sayang dan perlindungan pertama bagi anak dari pengaruh
negatif lingkungan. |
|
Masa
Depan |
Menjamin
keberlangsungan nilai-nilai luhur bangsa (transformasi budaya). |
Lembaga
Pendidikan:
Kurikulum Merdeka menanamkan Profil Pelajar Pancasila agar generasi masa
depan tetap berintegritas. |
|
Masa
Depan |
Menyiapkan
sumber daya manusia yang berkualitas melalui proses sosialisasi yang teratur. |
Lembaga
Agama: Penanaman
etika dan kejujuran sejak dini mencegah perilaku korupsi di masa yang akan
datang. |
C. Jenis Lembaga Sosial
1. Lembaga
Keluarga
Lembaga keluarga merupakan unit
sosial terkecil dalam masyarakat yang terbentuk melalui ikatan perkawinan,
pertalian darah, atau adopsi. Keluarga berperan sebagai tempat pertama dan
utama bagi seorang individu untuk mendapatkan sosialisasi, perlindungan, dan
kasih sayang sebelum berinteraksi dengan lingkungan masyarakat yang lebih luas.
a.
Konsep Lembaga Keluarga
|
Aspek |
Keterangan |
Contoh |
|
Pengertian |
Unit
sosial terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan
beberapa orang yang terkumpul serta tinggal di suatu tempat dalam keadaan
saling ketergantungan. |
Sebuah
keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu, dan dua orang anak yang tinggal satu
rumah. |
|
Bentuk
Keluarga |
Terbagi
menjadi keluarga inti (nuclear family) dan keluarga luas (extended
family). |
Keluarga
Inti: Ayah, Ibu,
Anak.
|
|
Proses
Pembentukan |
Diawali
dengan adanya ikatan perkawinan yang sah menurut agama, adat, maupun hukum
negara. |
Pelaksanaan
akad nikah atau pemberkatan pernikahan yang dicatat oleh Kantor Urusan Agama
(KUA) atau Catatan Sipil. |
|
Fungsi
Utama |
Sebagai
tempat sosialisasi pertama untuk menanamkan nilai, norma, dan pembentukan
karakter anak. |
Orang
tua mengajarkan anak cara berbicara yang sopan kepada orang yang lebih tua di
rumah. |
|
Karakteristik |
Memiliki
hubungan emosional yang kuat, bersifat kekal, dan memiliki tanggung jawab
moral antaranggota. |
Anggota
keluarga saling membantu dan merawat ketika salah satu anggota sedang sakit. |
b. Fungsi
Lembaga Keluarga
Lembaga keluarga merupakan pilar
utama dalam sistem sosial masyarakat. Sebagai unit terkecil, keluarga memiliki
tanggung jawab besar dalam memastikan setiap anggotanya tumbuh dengan baik
secara fisik, mental, maupun sosial.
|
No. |
Fungsi
Keluarga |
Keterangan |
Contoh
Implementasi |
|
1) |
Fungsi
Reproduksi |
Keluarga
berfungsi untuk melanjutkan keturunan secara sah melalui ikatan pernikahan. |
Memiliki
anak untuk meneruskan garis keturunan keluarga. |
|
2) |
Fungsi
Sosialisasi |
Proses
pembentukan kepribadian anak melalui penanaman nilai, norma, dan karakter
sejak dini. |
Orang
tua mengajarkan cara berbicara sopan dan jujur kepada orang lain. |
|
3) |
Fungsi
Afeksi |
Memberikan
kasih sayang, perhatian, dan ikatan batin yang sangat dibutuhkan bagi
perkembangan psikis anak. |
Memberikan
pelukan dan dukungan moral saat anggota keluarga sedang sedih. |
|
4) |
Fungsi
Proteksi |
Memberikan
perlindungan fisik (pangan, papan) serta rasa aman secara batin bagi seluruh
anggota keluarga. |
Menjamin
rumah yang aman dan melindungi anak dari bahaya lingkungan luar. |
|
5) |
Fungsi
Ekonomi |
Pengaturan
dan pemenuhan kebutuhan materiil (finansial) untuk menjamin kelangsungan
hidup anggota keluarga. |
Orang
tua bekerja untuk membiayai sekolah dan membeli kebutuhan pokok sehari-hari. |
|
6) |
Fungsi
Pengawasan Sosial |
Keluarga
bertindak sebagai kontrol atau pengawas bagi anggotanya agar tidak melanggar
norma di masyarakat. |
Orang
tua menasihati dan menegur anak jika pulang terlalu larut malam. |
|
7) |
Fungsi
Pemberian Status |
Memberikan
identitas dan kedudukan kepada anggotanya melalui kelahiran atau perkawinan. |
Seseorang
mendapatkan nama belakang keluarga atau gelar tertentu berdasarkan
silsilahnya. |
c. Perubahan
dan Kesinambungan Lembaga Keluarga
Lembaga keluarga di Indonesia
merupakan institusi yang sangat dinamis. Meskipun fungsinya sebagai unit
terkecil masyarakat tetap berkesinambungan, struktur dan pola interaksinya
mengalami perubahan yang signifikan mengikuti perkembangan zaman dan sistem sosial
yang berlaku pada masanya.
|
Periode |
Keterangan
Perubahan & Kesinambungan |
Contoh
Praktik/Kondisi |
|
Masa
Praaksara |
Keluarga
terbentuk berdasarkan kebutuhan bertahan hidup dan berburu. Pola hubungan
cenderung egaliter namun pembagian kerja berdasarkan kekuatan fisik sudah
muncul. |
Pembagian
tugas di mana laki-laki berburu binatang besar, sementara perempuan dan
anak-anak mengumpulkan buah-buahan (food gathering). |
|
Masa
Kerajaan |
Munculnya
stratifikasi sosial memengaruhi struktur keluarga. Nilai-nilai patriarki
menguat, dan keluarga menjadi alat untuk mempertahankan status sosial atau
kekuasaan. |
Praktik
pernikahan politik antaranggota keluarga kerajaan untuk memperluas wilayah
kekuasaan atau mempererat koalisi antar-kerajaan. |
|
Masa
Penjajahan |
Masuknya
pengaruh budaya Barat (Eropa) mulai mengubah gaya hidup dan struktur
keluarga, terutama di kalangan bangsawan dan pegawai pemerintah kolonial. |
Munculnya
pendidikan formal bagi anak-anak dari keluarga elit (priyayi) yang mulai
mengadopsi nilai-nilai modernitas Barat. |
|
Masa
Kemerdekaan |
Keluarga
mulai bergerak ke arah nuklearisasi (keluarga inti) dan kesetaraan gender.
Pendidikan dan peran perempuan dalam keluarga mulai diakui secara luas. |
Program
Keluarga Berencana (KB) untuk mengatur pertumbuhan penduduk dan peningkatan
partisipasi ibu dalam dunia kerja (wanita karir). |
Analisis Kesinambungan
Meskipun terjadi perubahan struktur
dari masa ke masa, terdapat aspek yang tetap berkesinambungan, yaitu:
·
Keluarga
tetap menjadi unit pertama dalam proses sosialisasi nilai-nilai moral.
·
Keluarga
tetap menjadi pelindung utama bagi anggota-anggotanya (fungsi proteksi).
·
Keluarga
tetap memegang peranan penting dalam menjaga keberlangsungan generasi (fungsi
reproduksi).
2. Lembaga agama
a. Pengertian
Lembaga Agama
Lembaga agama adalah sistem
keyakinan dan praktik keagamaan dalam masyarakat yang telah dirumuskan dan
dibakukan. Lembaga ini mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan
(pencipta), hubungan antarmanusia, serta hubungan manusia dengan lingkungannya
demi mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
b. Fungsi
Lembaga Agama
|
No. |
Fungsi
Lembaga Agama |
Keterangan |
Contoh
Implementasi |
|
1) |
Sumber
Pedoman Hidup |
Memberikan
aturan baku tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan manusia. |
Larangan
mencuri atau menyakiti sesama yang tertuang dalam kitab suci. |
|
2) |
Sumber
Kebenaran |
Menjadi
standar penilaian untuk menentukan hal yang benar dan salah secara moral. |
Meyakini
bahwa kejujuran adalah nilai kebenaran mutlak yang harus dijalankan. |
|
3) |
Pengatur
Tata Cara Hubungan |
Mengatur
bagaimana manusia berinteraksi dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. |
Aturan
mengenai tata cara ibadah (shalat, misa, kebaktian) dan etika bertetangga. |
|
4) |
Tuntunan
Prinsip Benar/Salah |
Memberikan
arahan moral agar manusia tidak tersesat dalam mengambil keputusan hidup. |
Menggunakan
ajaran agama sebagai landasan untuk menolak praktik korupsi. |
|
5) |
Pemberi
Identitas Sosial |
Menjadi
bagian dari identitas diri yang menyatukan individu dalam kelompok keyakinan. |
Seseorang
menyebut dirinya sebagai Muslim, Nasrani, Hindu, atau Budha sebagai
identitas. |
|
6) |
Peredam
Gejolak Sosial |
Menjadi
sarana untuk menenangkan batin dan menciptakan kedamaian di tengah konflik. |
Tokoh
agama yang menyerukan perdamaian saat terjadi ketegangan antarkelompok. |
|
7) |
Fungsi
Edukasi |
Memberikan
pengajaran nilai-nilai spiritual dan ilmu pengetahuan bagi para pengikutnya. |
Pengadaan
pengajian di masjid atau sekolah minggu di gereja untuk mendidik karakter. |
|
8) |
Fungsi
Transformasi |
Mendorong
perubahan perilaku individu menuju arah yang lebih baik dan suci. |
Seseorang
yang semula berperilaku kasar menjadi santun setelah mendalami ajaran agama. |
3.
Lembaga
Ekonomi
a. Konsep
dan Fungsi Lembaga Ekonomi
Lembaga ekonomi
merupakan bagian dari lembaga sosial yang mengatur tata hubungan antarmanusia
dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Lembaga ekonomi muncul ketika
manusia mulai membutuhkan orang lain untuk mendapatkan barang atau jasa yang
tidak dapat dihasilkan sendiri.
|
Aspek |
Keterangan |
Contoh
Implementasi |
|
Pengertian |
Himpunan
norma atau aturan yang mengatur kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi
barang serta jasa. |
Aturan
mengenai tata cara jual beli di pasar atau sistem pengupahan buruh. |
|
Fungsi
Utama |
Memberi
pedoman untuk mendapatkan bahan pangan dan mengatur pertukaran barang (barter
maupun uang). |
Adanya
label harga pada barang untuk memberikan kepastian bagi konsumen. |
|
Fungsi
Distribusi |
Mengatur
cara menyalurkan barang dari produsen ke konsumen agar kebutuhan masyarakat
merata. |
Lembaga
distribusi seperti agen, grosir, dan pengecer yang menyalurkan beras ke
pelosok desa. |
|
Fungsi
Produksi |
Mengatur
cara mengolah sumber daya alam menjadi barang yang memiliki nilai guna. |
Aturan
standar keamanan pangan (BPOM) bagi industri pengolahan makanan. |
b. Jenis
Lembaga Ekonomi di Indonesia
Berdasarkan kepemilikan modal dan
tujuan operasionalnya, terdapat tiga jenis utama lembaga ekonomi di Indonesia.
|
Jenis Lembaga |
Keterangan |
Contoh |
|
BUMN
(Badan
Usaha Milik Negara) |
Lembaga
ekonomi yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara
melalui penyertaan secara langsung. |
PT
Pertamina, PT
PLN, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI). |
|
BUMS
(Badan
Usaha Milik Swasta) |
Lembaga
ekonomi yang modalnya dimiliki oleh pihak swasta (individu atau kelompok)
dengan tujuan mencari keuntungan. |
PT
Astra International,
PT Indofood, dan berbagai Perseroan Terbatas (PT) swasta
lainnya. |
|
Koperasi |
Lembaga
ekonomi yang berlandaskan prinsip kekeluargaan dengan tujuan menyejahterakan
para anggotanya. |
Koperasi
Unit Desa (KUD),
Koperasi Siswa (Kopsis), dan Koperasi Simpan Pinjam. |
4.
Lembaga
Pendidikan
a.
Pengertian
Lembaga Pendidikan
Lembaga
pendidikan adalah lembaga sosial yang menjadi tempat berlangsungnya proses belajar
mengajar untuk mengubah tingkah laku individu ke arah yang lebih baik melalui
interaksi dengan lingkungan sekitar. Lembaga ini terdiri dari jalur formal
(sekolah), nonformal (kursus), dan informal (keluarga).
b. Fungsi
Manifes Lembaga Pendidikan (11 Fungsi)
Fungsi manifes adalah fungsi yang
diharapkan dan disadari sepenuhnya oleh masyarakat.
|
No. |
Fungsi Manifes |
Keterangan |
Contoh |
|
1) |
Transfer Ilmu |
Menyampaikan pengetahuan dari
pendidik kepada peserta didik. |
Guru matematika mengajarkan rumus
peluang. |
|
2) |
Persiapan Mencari Nafkah |
Memberikan keahlian agar lulusan
siap bekerja dan mandiri secara ekonomi. |
Siswa SMK belajar teknik mesin
agar bisa bekerja di pabrik. |
|
3) |
Pengembangan Bakat |
Menemukan dan mengasah potensi
unik yang dimiliki individu. |
Sekolah menyediakan
ekstrakurikuler basket atau seni musik. |
|
4) |
Pelestarian Kebudayaan |
Mengajarkan nilai-nilai budaya
luhur bangsa kepada generasi muda. |
Pembelajaran bahasa daerah atau
seni tari tradisional di sekolah. |
|
5) |
Integrasi Sosial |
Menanamkan rasa persatuan di
tengah keberagaman suku dan agama. |
Siswa dari berbagai latar
belakang mengikuti upacara bendera bersama. |
|
6) |
Sosialisasi Politik |
Membentuk pemahaman tentang hak
dan kewajiban sebagai warga negara. |
Materi tentang demokrasi dalam
mata pelajaran Pendidikan Pancasila. |
|
7) |
Peningkatan Status |
Menjadi saluran mobilitas sosial
untuk memperbaiki kedudukan di masyarakat. |
Seseorang dari keluarga sederhana
menjadi sarjana dan mendapatkan jabatan tinggi. |
|
8) |
Membentuk Kedewasaan |
Melatih kemandirian dan cara
berpikir logis dalam mengambil keputusan. |
Siswa belajar berorganisasi
melalui OSIS. |
|
9) |
Inovasi Sosial |
Menjadi tempat penelitian dan
penemuan hal baru untuk kemajuan masyarakat. |
Mahasiswa menciptakan alat
penjernih air sederhana untuk desa. |
|
10) |
Kontrol Sosial |
Menanamkan nilai moral agar
individu berperilaku sesuai norma masyarakat. |
Sekolah memberikan sanksi bagi
siswa yang melakukan perundungan. |
|
11) |
Kemandirian |
Mengurangi ketergantungan anak
pada orang tua dalam hal pemikiran. |
Siswa mengerjakan tugas proyek
secara mandiri tanpa bantuan orang tua. |
c. Fungsi
Laten Lembaga Pendidikan (4 Fungsi)
Fungsi laten adalah fungsi yang
tidak disadari atau bukan merupakan tujuan utama, namun tetap terjadi.
|
No. |
Fungsi
Laten |
Keterangan |
Contoh |
|
1) |
Menunda
Kedewasaan |
Sekolah
memperpanjang masa ketergantungan siswa pada orang tua. |
Seseorang
berusia 22 tahun masih berstatus mahasiswa dan belum bekerja. |
|
2) |
Pengurangan
Pengawasan |
Sekolah
mengambil alih tugas pengawasan anak dari tangan orang tua. |
Selama
jam sekolah, orang tua bisa bekerja dengan tenang karena anak dijaga guru. |
|
3) |
Sarana
Pembangkangan |
Sekolah
menjadi tempat di mana siswa mulai mengenal nilai yang berbeda dari orang
tua. |
Siswa
ikut aksi demonstrasi atau gerakan sosial yang tidak disetujui orang tuanya. |
|
4) |
Memperpanjang
Masa Remaja |
Memberikan
kesempatan individu untuk bergaul dengan sebaya lebih lama. |
Mahasiswa
menghabiskan waktu berkumpul dengan teman di kantin kampus. |
5. Lembaga Politik
Lembaga politik merupakan lembaga
yang menangani masalah administrasi, tata tertib, dan tata cara mendapatkan
serta menggunakan kekuasaan untuk kepentingan masyarakat. Lembaga ini menjadi
wadah untuk mengatur kehidupan bernegara agar tercipta stabilitas dan keadilan
bagi seluruh warga negara.
a. Pengertian
Lembaga Politik
|
Aspek |
Keterangan |
Contoh |
|
Definisi |
Badan
atau organisasi yang mengatur pelaksanaan kekuasaan dan wewenang yang
menyangkut kepentingan masyarakat luas. |
Penetapan
kebijakan pajak atau subsidi oleh pemerintah untuk menyejahterakan rakyat. |
|
Tujuan |
Untuk
menciptakan keteraturan, ketertiban, dan mengusahakan kesejahteraan umum di
dalam suatu wilayah negara. |
Penyelenggaraan
Pemilihan Umum (Pemilu) untuk memilih pemimpin secara demokratis. |
b. Tiga
Lembaga Politik (Kekuasaan) di Indonesia
Di
Indonesia, kekuasaan negara dibagi menjadi tiga pilar utama berdasarkan prinsip
demokrasi.
|
Jenis
Lembaga |
Fokus
Utama |
Lembaga
Terkait |
|
Eksekutif |
Pelaksana
undang-undang dan penyelenggara pemerintahan. |
Presiden,
Wakil Presiden, dan Menteri. |
|
Legislatif |
Pembuat
undang-undang dan pengawas jalannya pemerintahan. |
DPR,
DPD, dan MPR. |
|
Yudikatif |
Pengawas
pelaksanaan undang-undang dan lembaga peradilan. |
Mahkamah
Agung (MA), Mahkamah Konstitusi (MK), dan KY. |
c. Perbedaan
Lembaga Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif
|
Pembeda |
Eksekutif |
Legislatif |
Yudikatif |
|
Fungsi
Utama |
Menjalankan
roda pemerintahan dan pembangunan. |
Merancang,
membahas, dan menetapkan undang-undang. |
Mengadili
pelanggaran terhadap undang-undang. |
|
Wewenang |
Mengelola
anggaran negara dan hubungan luar negeri. |
Memberikan
persetujuan anggaran dan mengawasi kerja presiden. |
Memberikan
keputusan hukum yang bersifat final dan mengikat. |
|
Contoh
Aksi |
Presiden
membangun jalan tol atau fasilitas kesehatan. |
DPR
membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Pendidikan. |
MK
menyidangkan sengketa hasil pemilihan umum. |
d. Tiga
Fungsi Lembaga Politik di Indonesia
|
No. |
Fungsi
Utama |
Keterangan |
Contoh |
|
1) |
Menjaga
Ketertiban Internal |
Mengatur
perilaku warga negara agar tidak terjadi konflik dan menjaga kedamaian di
dalam negeri. |
Penggunaan
aparat kepolisian untuk menertibkan unjuk rasa agar tetap berjalan damai. |
|
2) |
Melaksanakan
Kesejahteraan Umum |
Merencanakan
dan menjalankan upaya-upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat. |
Penyaluran
Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau program jaminan kesehatan nasional (BPJS). |
|
3) |
Menjaga
Pertahanan Eksternal |
Melindungi
kedaulatan negara dari ancaman, gangguan, atau serangan dari luar negeri. |
Penguatan
alutsista TNI untuk menjaga perbatasan wilayah perairan Indonesia. |