IPS K.9 BAB 3. PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA (1942 – 1945)

          Mata Pelajaran                   :  Ilmu Pengetahuan Sosial
          Kelas  /  Semester             :  IX (Sembilan)  / 1 (Satu)
          Tahun Pelajaran                 :  2018 / 2019
Standar Kompetensi          :  1.    Memahami kondisi perkembangan negara di dunia
Kompetensi Dasar             :  1.2. Mendeskripsikan Perang Dunia II dan pendudukan Jepang di  Indonesia serta pengaruhnya terhadap keadaan sosial, ekonomi, dan politik di Indonesia
Penyusun                          :        AMIR ALAMSYAH, S.Pd


BAB 3
PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA (1942 – 1945)

A. Serbuan Jepang di Kawasan Asia Pasifik
1.   dimulai dengan menyerang pangkalan Angkatan Laut USA di Pearl Harbour, Kep.Hawaii
(7 Desember 1941).
2.   wilayah yang berhasil diduduki/dikuasai :
a.   Kawasan Asia Tenggara :
Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Laos, Kamboja, Thailand, dan Birma (Myanmar).
b.   Kawasan Pasifik :
Kep. Kuril, Marshall, Gilbert, L. Bismarck, Papua Utara, Kep. Aleut, Midway, Corolina, Mariana, Kep. Solomon, Saipan, Guam, dan L. Koral.

B. Serbuan Jepang ke Indonesia
1.   Jepang masuk di Indonesia melalui Tarakan (11/1-1942), Balikpapan (24/1-1942), Samarinda (3/2-1942), Banjarmasin (10/2-1942), Minahasa, dan Palembang (16/2-1942), tujuannya untuk menghindari pelabuhan besar di Jakarta, Semarang dan Surabaya sebab Belanda sudah siap menghadang Jepang.
2.   tanggal 1 Maret 1942 berhasil menduduki Banten, Indramayu, dan Rembang.
3.   tanggal 5 Maret 1942 Jakarta dapat diduduki Jepang.


PETA SERBUAN JEPANG DI INDONESIA 1942


PETA PENDARATAN JEPANG DI PULAU JAWA

4.   tanggal 8 Maret 1942 Belanda menyerah kepada Jepang, dilakukan di Kalijati (daerah Subang, Jawa Barat) :
a.   Belanda diwakili Gubernur Jenderal Tjarda Van Starkenbourgh, Stachhouwe, dan Letjen Ter Porten.
b.   Jepang diwakili Letjen Hitoshi Imamura.


BELANDA MENYERAH KEPADA JEPANG DI KALIJATI

5.  latar belakang/sebab pendudukan Jepang di Indonesia :
a.    sentimen terhadap imperialisme bangsa barat di kawasan Asia.
b.    sejak pemerintahan Tenno Meiji menjadi negara industri yang sejajar bangsa barat, mengakibatkan  ikut menjadi negara imperialis.
c.    bidang industri dan militer membutuhkan bahan baku industri dan perang yang dapat diperoleh dari daerah jajahan termasuk di Indonesia.
d.    semangat Hakko Ichi U (Dunia sebagai satu keluarga) menginginkan benua Asia sebagai satu kesatuan wilayah dibawah pimpinan Jepang.
6.  tujuan pendudukan Jepang di Indonesia :
a.   menguasai SDA Indonesia sebagai sumber bahan mentah/baku industri dan mesin perang.
b.   sebagai kantong dan gudang perbekalan penunjang perang Asia Pasifik
c.   menjadi kubu pertahanan saat berperang melawan Sekutu
d.   menjadi sumber tenaga (SDM Indonesia berperang melawan sekutu.

C. Eksploitasi Jepang di Indonesia
1.   Eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia :
a.   perkebunan, bank, pabrik, dan perusahaan lain milik Belanda disita Jepang.
b.   melancarkan kampanye penyerahan barang dan menambah bahan pangan secara besar-besaran.
c.   rakyat dianjurkan memproduksi pangan dengan membuka areal baru.
d.   rakyat wajib menanam pohon jarak untuk pelumas mesin perang.
e.   jenis perkebunan yang tidak menunjang perang dimusnahkan dan diganti tanaman bahan makanan.
f.    mengawasi dan monopoli penjualan hasil teh, karet,  kina, dan kopi.
g.   melakukan percobaan penanaman kapas.
h.   persentase pembagian hasil panen :
1)   rakyat/petani 20 %.
2)   pemerintah Jepang 30 %.
3)   bibit dan lumbung desa 50 %.
RAKYAT INDONESIA MENYERAHKAN PADI KEPADA JEPANG

2.  Eksploitasi Sumber Tenaga Kerja/Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia :
a.   Romusha :
1)     yaitu kerja paksa tanpa upah dari petani/rakyat biasa.
2)    dipekerjakan membangun jalan raya, rel kereta api, benteng pertahanan, Gua perlindungan, pelabuhan, jembatan.


ROMUSHA DI INDONESIA

b.   Kinrohoshi :
yaitu kerja bakti/kerja paksa bagi pamong desa dan pegawai rendahan.
c.   Organisasi Semi Militer dan Militer :
1)   Seinendan (Barisan Pemuda) :
a)    dibentuk 9 Maret 1942,  anggotanya umur 14 -  22  tahun.
b)    tujuan secara teori adalah mendidik dan melatih para pemuda dapat menjaga dan mempertahankan tanah air dengan kekuatan sendiri.
c)    tujuan sebenarnya adalah memperoleh tenaga cadangan memperkuat tentara Jepang melawan Sekutu.
LATIHAN SEINENDAN


2)   Fujinkai (Himpunan Wanita ) :
a)    dibentuk bulan Agustus 1943, anggota minimal berumur 15 tahun.
b)    tujuan memperkuat pertahanan dengan menyediakan bahan makanan dan mengumpulkan dana wajib berupa perhiasan, hewan ternak, dan  barang logam.
3)   Keibodan (Barisan Pembantu Polisi) :
a)    didirikan 29 April 1943, anggotanya para pemuda 23 - 25 tahun.
b)    tujuan adalah menghindari pengaruh kaum nasionalis dan membantu tugas polisi.
4)   Suisintai (Barisan Pelopor) :
a)    didirikan 14 September 1944.
b)    ketuanya Ir.Soekarno, pemimpin lainnya R.P.Suroso, dan dr. Buntaran Martoatmodjo, dan Otto Iskandardinata.
c)    tujuan meningkatkan kesiapan rakyat  Indonesia menghadapi Sekutu.

BARISAN PELOPOR

5)   Gakutotai (Barisan Pelajar), anggotanya terdiri dari murid-mirid sekolah lanjutan.
GAKUTOTAI

6)   Jawa Hohokai (Kebaktian Rakyat Jawa), dibentuk pada tanggal 1 Maret 1944 dengan tujuan untuk mengerahkan rakyat agar mau membantu atau berbakti kepada Jepang.
7)   Heiho (Barisan Pembantu Tentara Jepang) :
a)   dibentuk April 1943, anggotanya para pemuda 18 - 25 tahun.
b)   tujuan :
 Ø  membantu pertempuran langsung tentara Jepang melawan Sekutu diberbagai front pertempuran.
 Ø  mempertahankan daerah yang telah diduduki Jepang di luar Indonesia.
8)   Peta (Pembela Tanah Air) :
a)   dibentuk tanggal 3 Oktober 1943.
b)   bersifat Indonesia karena para perwiranya dari orang Indonesia.
c)   tujuan membantu memperkuat kedudukan Jepang di Indonesia dari serangan Sekutu.

KEGIATAN TENTARA PETA

3. Persamaan dan perbedaan Heiho dengan Peta :
a.   Persamaan :
tentara Jepang dari bangsa Indonesia untuk membantu melawan Sekutu.
b.   Perbedaan :
1)   Heiho    :   membantu melawan Sekutu di luar negeri/di luar Indonesia.
2)   Peta      :  membantu melawan Sekutu di dalam negeri/di Indonesia.

D.  Pemerintahan militer Jepang di Indonesia
1. Indonesia dibagi menjadi 3 daerah kekuasaan :
a.   Wilayah I :
1)   di Pulau Sumatra, pusatnya di Bukittinggi (Sumatra Barat)
2)   diperintah angkatan darat (Rikugun) tentara XXV.
b.   Wilayah II :
1)   di Pulau Jawa, pusatnya di Jakarta
2)   diperintah angkatan darat (Rikugun) tentara XVI.
c.   Wilayah III :
1)   di Pulau Kalimantan, Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara, dan Maluku
2)   pusatnya di  Makassar (Sulawesi Selatan)
3)   diperintah angkatan laut (Kaigun).

WILAYAH PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA

2.   Struktur pemerintahan di Jawa pada zaman Jepang yaitu :
a.   Struktur pemerintahannya :
1)   Syu (karesidenan)
2)   Si (kotamadya)
3)   Ken (kabupaten)
4)   Gun (kawedanan)
5)   Son (kecamatan)
6)   Ku (desa/Kelurahan)
7)   Tonarigumi (rukun tetangga).
b.   Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengawasan terhadap penduduk.
c.   Akibatnya peran dan fungsi lembaga politik tradisional memudar.
3.   Cara jepang menarik simpati Bangsa Indonesia agar bersedia membantu Jepang dalam Perang Asia Pasifik :
a.   Indonesia dan Jepang kedudukannya sama
b.   Jepang sebagai saudara tua bangsa Indonesia
c.   Jepang akan memimpin Asia untuk membangun Asia  Timur Raya
d.   Bendera Merah Putih boleh dikibarkan disamping bendera Hinomaru milik Jepang
e.   Lagu Indonesia Raya boleh dinyanyikan setelah lagu   kebangsaan Jepang (Kimigayo).

E. Reaksi perlawanan Bangsa Indonesia terhadap eksploitasi dan pendudukan Jepang
1.  Reaksi perlawanan melalui  organisasi politik bentukan Jepang :
a.   Gerakan Tiga A :
1)   ketua Mr. Samsudin, bertahan beberapa bulan.
2)   propagandanya berisi Jepang Cahaya Asia, Jepang Pelindung Asia, Jepang Pemimpin Asia.
SEMBOYAN GERAKAN 3 A
b.    PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat ) :
1)    dibentuk 1 Maret 1943, ketuanya Empat Serangkai yaitu  Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantoro, dan  K.H. Mas Mansyur.
2)    tujuan Jepang, untuk membujuk kaum nasionalis dan intelektual menyumbangkan tenaga dan pikiran kepada pemerintah Jepang.
3)    tujuan Indonesia, untuk membina semangat juang mewujudkan kemerdekaan Indonesia.
c.   Barisan  Pelopor :
1)   dibentuk 14 September 1944
2)    Ketuanya Ir. Soekarno dan wakilnya R.P. Soeroso
3)    tokoh lainnya Otto Iskandardinata dan Buntaran Martaatmadja
4)    tujuannya untuk meningkatkan kesiapan rakyat Indonesia menghadapi serangan Sekutu.
d.   Jawa Hokokai (Perhimpunan Kebaktian Rakyat Jawa) :
1)    dibentuk sebagai pengganti PUTERA
2)    dikoordinasi langsung oleh komando militer Jepang, agar tidak dimanfaatkan para pemimpin Indonesia untuk menggalang persatuan      
3)    tujuan didirikan untuk memupuk semangat kebaktian rakyat Indonesia agar bersedia  membantu pemerintah pendudukan Jepang melawan Sekutu.
e.   Chuo Sangi In (Badan Penasehat Pusat) :
1)    didirikan tanggal 5 September 1943, ketuanya Ir. Soekarno
2)    digunakan para tokoh nasionalis untuk mengerahkan massa dan latihan disiplin
3)    tujuan adalah memberi nasehat kepada Seiko Sikikan (penguasa tertinggi militer Jepang di Indonesia).
 2. Reaksi perlawanan melalui gerakan bawah tanah/secara rahasia :
a.   para tokohnya Ahmad Subardjo, Sukarni, Chairul Saleh, Wikana, Amir Syarifuddin, dan Sutan Syahrir.
b.   Cara gerakan yang dilakukan secara rahasia dan corak perjuangan non kooperatif :
1)    menjalin komunikasi dengan para tokoh nasionalis lainnya
2)    propaganda kemerdekaan atau mempersiapkan kemerdekaan Indonesia
3)    memelihara semangat nasionalis dengan selalu berusaha meningkatkan kesadaran rakyat untuk merdeka
4)   selalu mengukuti perkembangan PD II/Perang Asia Pasifik melalui radio.
 c. Reaksi perlawanan dengan perlawanan bersenjata :
a.   di Aceh :
1)    dipimpin Tengku Abdul Jalil, 10 Nopember 1942 di Cot Plieng dan Lhok Seumawe, sebabnya rakyat benci terhadap Jepang karena rakyat banyak menjadi romusha.
2)    dipimpin Teuku Hamid (Perwira Giyugun/tentara sukarela), November 1944 di daerah Padrah, Bierun (Aceh Utara) tetapi gagal.
b.   di Singaparna (Jawa Barat) :
1)    dipimpin Kyai Zainal Mustafa, Februari 1944.
2)    sebabnya ada perintah upacara Seikerei (penghormatan kepada kaisar Jepang dengan membungkukkan badan dan menghadap ke timur) dan perlakuan buruk Jepang menimbulkan penderitaan rakyat.
c.   di Indramayu (Jawa Barat) :
1)    dipimpin H. Madriyas, bulan April 1944.
2)    sebabnya tidak tahan melihat perilaku kekejaman Jepang  terhadap rakyat.
d.   di Pontianak (Kalimantan Barat) :
dilakukan para tokoh masyarakat Pontianak 16 Oktober 1943, merencanakan melawan Jepang tetapi dapat digagalkan.
e.   di Blitar :
1)    dipimpin Syudanco (komandan pleton) Supriyadi dari PETA tanggal 14 Februari 1945.
2)    sebabnya tidak tahan melihat kelaparan, kemelaratan, penderitaan, dan tindakan sewenang-wenang tentara Jepang terhadap rakyat.
f.    di Gumilir (daerah Cilacap) :
dipimpin komandan regu Peta bernana Khusaeri.

F. Persiapan menuju indonesia merdeka
1.   Bulan Juli 1944 kedudukan Jepang dalam perang Asia Pasifik semakin terdesak Sekutu :
a.    sebabnya basis pertahanan Jepang di Kep. Saipan dapat dikuasai Amerika Serikat dipimpin Jenderal Mac Arthur.
b.    akibatnya tanggal 7 September 1944 PM. Koiso memberi janji kemerdekaan kepada bangsa Indonesia kelak di kemudian hari.
c.   Jepang menberi janji kemerdekaan Indonesia kelak di kemudian hari :
1)    tujuannya agar bangsa Indonesia tetap membantu Jepang melawan sekutu.
2)    realisasi janji yaitu dibentuk BPUPKI tanggal 1 Maret 1945, kemudian dibubarkan dan diganti PPKI tanggal 7 Agustus 1945.  
2.   BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai) :
a.    ketua K.R.T. Rajiman Widyodiningrat, Wakilnya R.P. Suroso dan Ichibanga (orang Jepang), anggotanya 60 orang.         
b.    tugas/tujuannya mempelajari hal-hal penting tentang masalah tata pemerintahan Indonesia merdeka.
c.    mengadakan sidang 2 kali :
1)   Sidang I (29 – 1 Juni 1945) :
a)   membahas Rancangan Dasar Negara.
b)   tokoh yang mengemukakan Mr. Muh. Yamin, Prof. Dr. Supomo, dan Ir. Soekarno.
2)   Sidang II (10 – 17 Juli 1945) :
membahas Rancangan UUD, wilayah negara, bentuk pemerintahan, bendera nasional, dan bahasa nasional.
3.   Konsep Dasar Negara yang diusulkan dalam siding BPUPKI I
a.   Konsep Dasar Negara menurut Mr. Muh. Yamin ( 29 Mei 1945) :
1.   Peri Kebangsaan
2.   Peri Kemanusiaan
3.   Peri Ketuhanan
4.   Peri Kerakyatan
5.   Kesejahteraan Rakyat.
b. Konsep Dasar Negara menurut Prof. Dr. Supomo (31 Mei 1945) :
1.   Persatuan
2.   Kekeluargaan
3.   Keseimbangan lahir dan batin
4.   Musyawarah
5.   Keadilan rakyat.
c. Konsep Dasar Negara menurut Ir. Soekarno (1 Juni 1945) :
1.   Kebangsaan Indonesia
2.   Internasionalisme atau Perikemanusiaan
3.   Mufakat atau Demokrasi
4.   Kesejahteraan Sosial
5.   Ketuhanan Yang Maha Esa.
4.   BPUPKI membentuk Panitia Kecil/Panitian Sembilan ( 22 Juni 1945 ) :
a.   anggotanya yaitu Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Drs. Moh. Yamin, H. Agus Salim
Ahmad Subardjo, Abdulkahar Muzakar, Abikusno Cokrosuryo, Wachid Hasyim,
A.A. Maramis.
b.   menyusun Piagam Jakarta atau Jakarta Charter yang memuat 5 asas sebagai dasar/falsafah negera Indonesia merdeka.
c.   Piagam Jakarta/Jakarta Charter isinya yaitu :
1.   Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam sebagai bagi pemeluk-pemeluknya
2.   Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.   Persatuan Indonesia
4.   Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5.   Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
5.   Sidang BPUPKI ke II ( 10 – 16 Juli 1945 ) :
a.   membahas rancangan UUD.
b.   bagian Pembukaan UUD, Ir. Soekarno mengusulkan agar naskah diambil dari sari Piagam Jakarta.
c.   Batang Tubuh UUD naskahnya dirumuskan oleh Panitia Kecil diketuai oleh Prof. Dr. Husein.
d.   laporan hasil panitia perumus disampaikan Ir. Soekarno berisi :
1)    Pernyataan Indonesia merdeka.
2)    Pembukaan UUD
3)    Batang Tubuh UUD, berisi tentang bentuk negara, pemerintahan, bendera, bahasa, hak & kewajiban sbg warga negara.
6.   PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) :
a.   Hasil sidang BPUPKI diterima secara bulat oleh seluruh anggotanya, sehingga tanggal 7 Agustus 1945 tugasnya berakhir diganti PPKI.
b.   PPKI/Dokuritsu Junbi Inkai :
1)    tugasnya mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan bagi pendirian negara dan pemerintahan Indonesia.
2)    Ketuanya Ir. Soekarno dan wakilnya Drs. Moh. Hatta.

G. Akibat Pendudukan Jepang di Indonesia
1. Bidang Politik
a.  Pemimpin Indonesia diberi kesempatan untuk merumuskan/mempersiapkan kemerdekaan
b.  Bangsa Indonesia diperkenankan memimpin organisasi dan berlatih dalam pemerintahan
c.  Simbol kebangsaan diperbolehkan (bendera, lagu dan bahasa Indonesia).
2. Bidang Pendidikan
a.  Pendidikan merata untuk semua kalangan
b.  Bahasa Jepang menjadi bahasa pengantar
c.  Penggunaan seragam sekolah
d.  Pengenalan senam kesegaran jasmani (taisho) dan upacara bendera.
3. Bidang Sosial Budaya
a.  Bangsa Indonesia tidak lagi menjadi bangsa nomor 3 dinegeri sendiri
b.  Budaya Belanda/Barat tidak boleh dilaksanakan.
4. Bidang ekonomi
a.  Perkebunan yang tidak menunjang perang dihancurkan
b.  Pertanian banyak terbengkalai karena ada kebijakan romusha, penanaman jarak, dll.
c.  Penyerahan wajib cukup memberatkan (beras, logam, dll)
d.  Pabrik yang sudah dihancurkan Belanda tidak diperbaiki lagi.
5. Bidang Militer
a.  Bangsa Indonesia dilatih kemiliteran (apat menjadi modal perjuangan setelah kemerdekaan)
b.  Setelah Jepang menyerah, banyak senjata Jepang diserahkan ke Indonesia (atau   dirampas bangsa Indonesia).
H. Kesimpulan
Pendudukan/penjajahan Jepang membawa akibat atau dampak bagi bangsa Indonesia yaitu :
1.   Dampak negatif/kerugian :
a.   Bidang sosial
1)    Kondisi ekonomi rakyat yang semakin menurun
2)    Kehidupan rakyat Indonesia di pedesaan makin parah mengalami penderitaan berupa kemiskinan, kelaparan, wabah penyakit, kematian, dan tindakan sewenang-wenang tentara Jepang.
b.   Bidang ekonomi
1)    Perampasan kekayaan rakyat
2)    Produksi pertanian makin menurun
3)    Sandang pangan sulit didapatkan
c.    Bidang Politik
     Para tokoh pergerakan nasional ditindas karena tidak mau bekerjasama dengan Jepang.
KEMISKINAN MASA PENDUDUKAN JEPANG

2.   Dampak positif/keuntungan :
a.   rakyat nengenal berbagai jenis tanaman ekspor (nila, kapas, teh, coklat, kopi, dll)
b.   bangsa Indonesia mengenal sistem organisasi modern
c.   rakyat Indonesia mempunyai rasa disiplin yang diterapkan Jepang
bangsa Indonesia mengetahui cara menggunakan senjata api dan strategi militer yang  menjadi modal untuk mengahadapi Belanda yang akan menjajah Indonesia lagi setelah proklamasi  kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945).

I.    Movie Pendudukan Jepang Di Indonesia
klik alamat dengan alamat url :  http://www.youtube.com/watch?v=IzqPjeHqQXA


SOAL LATIHAN DAN PEKERJAAN RUMAH

Kerjakan soal berikut ini secara singkat, jelas, dan benar!
1.    Apakah latar belakang/sebab pendudukan Jepang di Indonesia?
2.    Apakah tujuan pendudukan Jepang di Indonesia?
3.    Bagaimanakah eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) Jepang dilakukan di Indonesia?
4.    Apakah yang kamu ketahui tentang Romusha dan Kinrohoshi?
5.    Apakah yang kamu ketahui tentang Seinendan?
6.    Apakah yang kamu ketahui tentang PETA dan Heiho serta apakah persamaan dan perbedaannya?
7.    Apakah tujuan dan akibat dibentuk struktur pemerintahan di Jawa pada zaman Jepang?
8.    Bagaimanakah cara Jepang menarik simpati Bangsa Indonesia agar bersedia membantu dalam perang Asia Pasifik?
9.    Apakah tujuan dientuk PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat) bagi Jepang dan bagi bangsa Indonesia?
10.    Apakah tujuan Jepang membentuk Jawa Hokokai (Perhimpunan Kebaktian Rakyat Jawa) dan Chuo Sangi In (Badan Penasehat Pusat)?
11.     Bagaimanakah cara gerakan secara rahasia dan corak perjuangan non kooperatif melawan pendudukan dilakukan Jepang di Indonesia?
12.     Apakah sebab terjadi perlawanan bersenjata bangsa Indonesia melawan Jepang di daerah Aceh, Singaparna, dan Blitar serta pemimpinnya masing-masing?
13.    Apakah tugas BPUPKI dan PPKI dibentuk di Indonesia pada masa pendudukan Jepang?
14.    Masalah apa saja yang dibahas dalam sidang BPUPKI I dan sidang BPUPKI II?
15.    Mengapa Jepang menberi janji kemerdekaan Indonesia kelak di kemudian hari?
16.    Apakah akibat pendudukan Jepang di Indonesia pada bidang politik dan ekonomi?
17.    Apakah akibat pendudukan Jepang di Indonesia pada bidang sosial?
18.    Apakah kerugian pendudukan/penjajahan Jepang bagi bangsa Indonesia pada bidang sosial dan ekonomi?
19.    Apakah dampak positif/keuntungan pendudukan/penjajahan Jepang bagi bangsa Indonesia?
20.    Buatlah kesimpulan movie tentang Pendudukan Jepang di Indonesia”!


----------  selamat mengerjakan  ----------

Tidak ada komentar: